PROGRAM Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu) yang digagas Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Banyuwangi terus bergulir, Kamis (27/9). Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Genteng, menggelar program ini bersama siswa MI Tarbiyatul Athfal 1 Dusun Semalang, Desa Sumbersari, Kecamatan Srono.
Dalam monitoring evaluasi (monev), Korsda dan siswa turun membersihkan sampah di Dam Semalang yang ada di kampungnya. “Kami fokuskan membersihkan sungai, termasuk sampah yang berada di dasar sungai,” kata Korsda Genteng, Sarwadi pada Jawa Pos Radar Genteng.
Menurut Sarwadi, kebersihan Daerah Aliran Sungai (DAS) menjadi sesuatu yang ditekankan dalam agenda Sekardadu sejak awal digulirkan. “Kalau sungainya bersih, kebutuhan air petani tidak akan terganggu. Tapi kalau banyak sampah, saluran pengairan rawan tersumbat,” ungkapnya.
Tidak hanya bersih-bersih, Sarwadi menyatakan para siswa diberikan pemahaman terkait kegiatan yang memasuki tahun kedua ini. “Sebelum turun ke sungai, anak-anak sudah kami beri materi terkait kegiatan ini, seperti apa pentingnya menjaga kebersihan sungai,” jelasnya.
Tidak hanya bersih-bersih, lanjut dia, dalam kegiatan ini juga menanam bibit pohon kopi di sekitar sungai. Diharapkan, pohon kopi itu nantinya bisa dimanfaatkan oleh warga sekitar. “Diharapkan tanaman ini juga dirawat, meski monev tidak dilakukan,” ungkapnya.
Sarwadi menyebut, program Sekardadu ini selanjutnya akan digelar bersama SMPN 3 Srono pada pada Jumat (29/9). “Jadwal selanjutnya di wilayah Kecamatan Srono, tapi masih masuk wilayah Korsda Genteng,” pungkasnya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi