Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bapak Satu Anak Cabuli Dua Bocah, Korban Baru Pulang dari Salat Jamaah Magrib di Musala

Salis Ali Muhyidin • Rabu, 27 September 2023 | 19:00 WIB
Jaohari digiring anggota Unit Reskrim Polsek Sempu ke ruang penyidikan, Selasa (26/9).
Jaohari digiring anggota Unit Reskrim Polsek Sempu ke ruang penyidikan, Selasa (26/9).

SEMPU, Jawa Pos Radar Genteng – Apa yang dilakukan Jaohari, 35, asal Dusun Panjen, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu ini benar-benar di luar nalar.

Bapak satu anak itu tega mencabuli dua anak tetangganya yang baru berusia sembilan tahun berinisial AD, dan DN pada Minggu (24/9).

Akibat perbuatannya itu, pelaku ditangkap polisi di rumahnya dan dijebloskan ke ruang tahanan polsek setempat sambil menjalani pemeriksaan.

Polisi juga mentita sejumlah barang bukti (BB) berupa dua kaus pendek, dua celana dalam, dua celana pendek yang dikenakan kedua korban, dan uang Rp 4.000.

“Pelaku dan BB sudah kami amankan,” ujar Kapolsek Sempu, AKP Karyadi, Selasa (26/9).

Dugaan pencabulan itu, dilakukan Jaohari di rumahnya sekitar pukul 18.00. Saat kejadian, kedua korban yang baru salat jamaah magrib di musala itu bermain di rumah pelaku.

“Kedua korban itu teman-teman anaknya pelaku, habis dari salat di musala main bersama,” jelasnya.

Saat bermain di rumah pelaku itulah, terang dia, kedua korban oleh pelaku diminta menginjak-injak badannya karena merasa pegal-pegal.

“Modus operandinya, pelaku ini minta dua korban secara bergantian menginjak-injak punggungnya di ruang TV rumahnya,” ungkapnya.

Saat di ruang TV itu, terang Kapolsek, Jaohari meminta kedua korban membuka celana pendek dan celana dalam. Kemudian, dugaan pencabulan itu terjadi.

“Korban diminta copot celana kemudian pelaku meraba dan menjilat kemaluan korban,” tuturnya.

Untuk melancarkan aksinya, masih kata Karyadi, Jaohari menanjikan kedua bocah bernasib malang itu uang jajan sebesar Rp 4.000.

“Oleh pelaku, korban dijanjikan uang, selain itu juga diminta tidak menceritakan kepada siapa-siapa,” tandasnya seraya menyebut saat kejadian istrinya belum pulang dari musala.

Menurut Kapolske, aksi bejat pria yang sehari-hari bekerja di tempat sablon itu terbongkar setelah salah satu korban DN, menceritakan apa yang dialami kepada orang tuanya.

“Pulang dari rumah pelaku, korban menangis dan murung. Kemudian oleh orang tuanya ditanya kenapa,” paparnya.

Terus dicecar pertanyaan, lanjut dia, korban akhirnya menceritakan kelakuan Jaohari. Tidak terima anaknya diperlakukan tidak senonoh, orang tua korban melaporkan kejadian itu ke polsek.

“Mendapat laporan itu, kami langsung bergerak melakukan penangkapan,” tandasnya.(sas/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#bapak #pelaku 2 orang #sablon #musala #mencabuli #korban #Anak #tetangga #kejadian