TEGALSARI, Jawa Pos Radar Genteng - Wisuda sarjana Institut Agama Islam (IAI) Darussalam, Blokagung, Banyuwangi yang ke-19 dan dies natalis ke-22, berlangsung istimewa, Minggu (24/9). Dalam acara yang digelar di lapangan Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung, Banyuwangi itu hadir Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) RI, Prof Dr Mahfud MD dan Direktur Perguruan Tinggi Keagamaan Islam pada Kementerian Agama (Kemenag) RI, Prof Dr Ahmad Zainul Hamdi.
Dalam wisuda sarjana yang juga dihadiri pelawak Kirun dan Kuntet ini, Mahfud MD dan Ahmad Zainul Hamdi menyampaikan orasi ilmiah dihadapan 402 wisudawan, civitas akademika IAI Darussalam Blokagung, Akademi Komunitas Darussalam (AKD), dan dewan pengasuh Pondok Pesantren Darussalam, Blokagung. “Saya sampaikan selamat pada para mahasiswa yang diwisuda dan menjadi sarjana,” cetus Prof Dr Mahfud MD.
Sarjana itu, terang dia, hanya sebatas gelar dan kertas ijazah yang dipakai untuk mencari pekerjaan. Yang utama setelah lulus dari perguruan tinggi harus bisa menjadi intelektual atau cendikiawan. “Cendikiwian itu cerdas dan punya akhlak. Para wisudawan IAI Darussalam ini bagian dari kebangkitan intelektual Islam,” katanya dalam orasi ilmiah.
Rektor IAI Darussalam Blokagung, Dr KH Ahmad Munib Syafa'at Lc MEI mengaku bangga dan senang dengan kehadiran Mahfud MD dan Ahmad Zainul Hamdi. “IAI Darussalam akan terus berbenah, dan akhir tahun 2023 akan alih bentuk menjadi Universitas KH Mukhtar Syafaat atau UIMSYA,” ujarnya.
Gus Munib, sapaan Dr KH Ahmad Munib Syafa'at Lc MEI menyampaikan di usia yang ke-22, IAI Darussalam Blokagung, Banyuwangi, telah banyak menelurkan praktisi dan tenaga profesional. Mereka itu diterima di ASN, PPPK, lembaga swasta, dan lainnya. “Banyak yang berperan penting di tengah masyarakat. “Alumni telah menyebar di sejumlah kota mulai dari Aceh hingga Papua,” cetusnya.
Dalam wisuda 2023 ini, jelas dia, ada 402 mahasiswa yang dinyatakan sah menjadi sarjana. Mereka itu dari Fakultas Tarbiyah dan Kejuruan (FTK) dengan program Studi (Prodi) Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Tadris Bahasa Indonesia (TBIN), dan Tadris Bahasa Inggris (TBIG). Dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam dengan Prodi Ekonomi Syariah (ESY) dan Perbankan Syariah (PSY). Mahasiswa yang diwisuda ini juga dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam dengan Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) dan Prodi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI). “Dari 402 wisudawan ini, ada dua mahasiswa asal Thailand,” ungkapnya.
Selain itu, jelas dia, yang ikut wisuda ini juga ada 22 mahasiswa Akademi Komunitas Darusasalam (AKD) dengan Prodi Administrasi dan Jaringan Komputer (AJK) dan Produksi Tekstil (SiTek). “AKD ini akan alih bentuk menjadi Politeknik Darussalam, saat ini sedang dilakukan penilaian oleh Kemendikbud dengan Prodi Bisnis Digital, Teknik Otomotif, Kosmetika dan Kecantikan, dan Agribisnis. “AKD akan menjadi Politeknik Darussalam, IAI Darussalam akan alih bentuk menjadi UIMSYA, mohon doanya bisa lancar,” pintanya.
Menurut Gus Munib, alih bentuk IAI Darussalam menjadi UIMSYA sudah waktunya. Semua persiapan juga sudah selesai dan proses terus berlangsung. Enam hektare lahan di Kampus 2 dengan tiga gedung berlantai tiga, sudah siap menjadi tempat belajar para mahasiswa. “Di IAI Darussalam sekarang ini memiliki 12 dosen bergelar doktor, dan 15 dosen lainnya sedang menempuh doktor dengan beasiswa dari pemerintah dan IAI Darussalam,” ungkapnya seraya menyebut saat ini di IAI Darussalam Blokagung, Banyuwangi telah ada tiga fakultas dan 11 prodi.
Untuk membantu para mahasiswa yang sedang menempuh pendidikannya, Gus Munib menyebut IAI Darussalam Blokagung dalam satu semester memberikan beasiswa kepada 184 mahasiswa dengan nilai Rp 184 juta lebih. “Dalam satu tahun memberi beasiswa kepada 368 mahasiswa dengan total biaya Rp 368 juta lebih.
Beasiswa yang diberikan pada mahasiswa itu, jelas dia, diberikan atas prestasi bidang akademik dan nonakademik. “Ada beasiswa tahfidz Alquran, tahfidz Alfiyah, kurang mampu, sewali, PCNU, Askab, dan lainnya,” cetusnya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi