RADAR GENTENG – Memasuki babak akhir musim panen tebu, sejumlah petani di Banyuwangi diminta untuk meninggalkan kebiasaan membakar lahan tebu.
Terutama di beberapa wilayah yang berdekatan dengan kawasan hutan dan pemukiman warga. Karena berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Demikian disampaikan Koordinator Pemadam Kebakaran (Damkar) Genteng, Sutikno, mensikapi kebiasaan petani membakar sampah sisa-sisa panen tebu, Jumat (22/9).
“Masih banyak ditemui petani atau pemilik lahan garapan tebu membakar daun atau sisa tebangan tebu,” katanya.
Sutikno mengaku selama musim panen tebu ini mendapat sejumlah laporan terkait kebakaran yang terjadi di sejumlah lahan tebu.
“Terakhir di Desa Kebondalem (Kecamatan Bangorejo) sekitar dua minggu lalu. Saat kami datangi, rupanya itu disengaja ada yang membakar, ini tidak dibenarkan,” ujarnya.
Menurut Sutikno, beberapa daerah lain yang kerap melakukan pembakaran sisa tebangan tebu di wilayah penanganannya itu seperti di Dusun Nganjukan, Desa Karangsari dan di Dusun Tlogosari, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu.
“Saya sampai hapal, kalau ada warga yang lapor ada lahan kebakaran, biasanya sengaja dibakar,” tuturnya.
Selama ini, jelas dia, pemilik lahan yang melakukan pembakaran sisa tebangan dan daun tebu itu, selalu melakukan aksinya pada sore hari.
“Biasanya sore hingga malam, memang ada yang jaga, tapi tetap saja membahayakan karena apinya pasti membesar,” cetusnya.
Untuk membersihkan sampah atau limbah bekas panenan tebu, Sutikno meminta petani menggunakan cara lain, sehingga tidak membahayakan. Sebab, saat musim kemarau ini rawan terjadi kebakaran.
“Meski sudah jadi tugas kami bila ada lahan kebakaran, upaya pencegahan tetap diutamakan,” ungkapnya.
Larangan pembakaran limbah tebu itu, jelas dia, sebenarnya telah ditegaskan oleh pemerintah pusat. Bahkan, petani atau pemilik lahan juga bisa kena sanksi bila tetap melakukannya.
“Kami minta praktik membakar bekas panen tebu itu segera ditinggalkan,” pungkasnya.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Genteng, aksi pembakaran sisa tebangan dan daun tebu sering terjadi di lahan tebu yang ada di perbatasan Dusun Tlogosari, Desa Jambewangi dan Desa Temuasri, Kecamatan Sempu.
Bahkan, sempat dipergoki salah warga sengaja membawa api dan membakar dedaunan kering yang sudah ditumpuk di tengah lahan. (sas/abi)
Editor : Ali Sodiqin