SRONO, Jawa Pos Radar Genteng – Aksi pencurian menyasar fasilitas pendidikan di Dusun Krajan, Desa Kebaman, Kecamatan Srono. Pelaku membobol SDN 2 Kebaman, Desa Kebaman, Kecamatan Srono dan mengambil tiga laptop, satu proyektor, dan sound system.
Aksi pencurian itu kali pertama diketahui oleh penjaga sekolah, Antoni Prasetyo, 41, warga Dusun Srono, Desa Kebaman, Kecamatan Srono. Sekitar pukul 05.00, ia kaget saat datang ke sekolah untuk bersih-bersih. “Saya lihat pintu di ruang guru sudah terbuka,” ujarnya, Rabu (20/9).
Pintu ruang guru itu, terang dia, terlihat dari jalan raya. Sebab, gedung yang dibuat untuk ruang guru itu lokasinya hanya berjarak dua ruangan dari pintu gerbang sekolah. “Saya curiga dan langsung lari menuju ke ruang guru itu,” katanya.
Setiba di depan ruang guru, jelas dia, dilihat pintu ada kerusakan seperti bekas dicongkel. Saat masuk, beberapa meja guru juga berantakan seperti baru digeledah. “Saya cari sound system portable di ruang guru, ternyata sudah tidak ada,” ujarnya.
Melihat sound system yang hilang, Antoni melaporkan ke pihak sekolah melalui grup WhatsApp (WA) sekolah dan memanggil saudara yang tinggal di rumah dinas untuk melapor ke Polsek Srono. “Kepala sekolah dan sejumlah guru juga segera berdatangan,” terangnya.
Saat dilakukan pemeriksaan oleh para guru, rupanya tidak hanya sound system saja yang hilang. Satu unit proyektor dan tiga unit laptop yang tersimpan di laci meja guru juga raib. “Totalnya ada lima unit barang yang hilang,” ungkapnya.
Salah satu guru, Samsul Arifin menambahkan, tiga unit laptop itu sebenarnya tidak biasa tidak disimpan di ruang guru. Hanya saja, ini ditinggal di ruang guru karena untuk persiapan asesmen kompetensi minimum (AKM). “Laptop akan disetting untuk persiapan AKM siswa kelas V, tapi malah dibobol maling,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Ditanya soal rekaman CCTV, Samsul menyebut sekolahnya masih belum ada fasilitas keamanan itu. Pencurian ini, bukan yang kali pertama, lima tahun lalu sekolahnya juga sempat menjadi sasaran percobaan pencurian. “Satu unit laptop hilang, tapi sehari kemudian dikembalikan ke tempat semula,” katanya.
Kapolsek Srono AKP Achmad Junaedi melalui Kanit Reskrim Ipda Ocky Heru Prasetyo mengatakan, sudah melakukan penyelidikan terkait laporan pencurian di sekolah itu. “Sudah berkoordinasi dengan resmob Polresta Banyuwangi untuk memburu pelaku,” katanya.
Ipda Ocky menyebut, SDN 2 Kebaman yang terletak tidak jauh dari Kantor Desa Kebaman itu mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah akibat aksi pencurian itu. “Kerugian material mencapai Rp 24 juta,” pungkasnya.(gas/abi)
Editor : Agus Baihaqi