Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Umat Islam dan Hindu Doa Bersama Minta Hujan di Dam Koperan, Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo

Salis Ali Muhyidin • Kamis, 21 September 2023 | 15:53 WIB
IKHTIAR: Para Petani dari kalangan umat Islam dan Hindu menggelar doa bersama untuk meminta hujan di Dam Koperan, Dusun Yudomulyo, Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo, Rabu (20/9).
IKHTIAR: Para Petani dari kalangan umat Islam dan Hindu menggelar doa bersama untuk meminta hujan di Dam Koperan, Dusun Yudomulyo, Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo, Rabu (20/9).

BANGOREJO, Jawa Pos Radar Genteng – Para petani dan lintas agama di Dusun Yudomulyo, Desa Ringintelu, Kecamatan Bangorejo menggelar selamatan dan doa bersama untuk minta hujan, Rabu (20/9). Ritual yang digagas Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Pesanggaran, itu dilaksanakan di Dam Koperan yang ada di kampung itu.

Dalam selamatan yang juga diikuti gabungan Himpunan Petani Pemakai Air (Hippa) Tirta Jaya Makmur itu para petani datang ke Dam Koperan sambil membawa nasi ancak dan tumpeng. “Kegiatan ini mulai pagi, umat Hindu dan Islam berdoa secara bergantian,” kata Korsda Pesanggaran, Sugiyono.

Dalam ritual minta hujan yang dimulai sekitar pukul 07.00 ini, terang Sugiyono, umat Hindu di Dusun Yudomulyo, Desa Ringintelu memulai dengan menggelar doa. Baru pada pukul 08.00, giliran umat Islam yang doa bersama. “Tahun lalu ada umat Kristiani juga, tapi tahun ini hanya diikuti (umat) Muslim dan Hindu,” terangnya.

Menurut Sugiyono, kemarau panjang sejak Agustus 2023 sangat dirasakan oleh para petani dan warga. Pertumbuhan tanaman padi dan palawija milik petani, terganggu karena minimnya air. “Kami tidak bilang kekurangan ya, tapi memang sudah menurun drastis dibanding sebelumnya,” katanya.

Saat ini, jelas dia, di daerah irigasi (DI) Dam Karangdoro, Kecamatan Tegalsari yang normalnya sekitar 10 ribu sampai 12 ribu meter kubik per detik, kini debit air turun hingga 7000 meter kubik per detik. “Debit air itu tidak akan cukup mengaliri sawah yang bakunya seluas 16.165 hektare,” jelasnya.

Berkurangnya debit air itu, jelas dia, pihaknya mengajak para petani dan umat beragama untuk menggelar ritual doa bersama minta hujan. Ini sebagai upaya mengantisipasi kekeringan. “Selama ini kami lakukan gilir alir, jadi masih bisa teratasi. Doa bersama dilakukan sebagai antisipasi agar tidak berdampak lebih parah lagi,” tandasnya.

Setelah doa bersama, warga yang hadir kemudian menggelar makan bersama nasi tumpeng yang dibawa dari rumah. “Kami berharap hujan yang datang itu hujan yang baik, yang berkah dan cukup. Bukan hujan yang bisa membawa mala petaka,” harapnya.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Bangorejo, Abdur Rachman menyambut baik kegiatan doa bersama tersebut. Ia juga berharap setelah kegiatan ini bisa segera turun hujan. “Semoga ikhtiar baik ini membuahkan hasil, agar segera turun hujan dan memudahkan petani dalam menggarap sawahnya,” harapnya.(sas/abi)   

Editor : Agus Baihaqi
#Selamatan #HIPPA #makmur #Petani #bersama #kristen #doa #tumpeng #hujan #Korsda #islam #umat #hindu #kampung