Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Petani Sepi Panen Harga Gabah Naik, Diduga Pemicu Harga Beras yang Mahal di Pasaran

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 20 September 2023 | 17:00 WIB
DITUMPUK: Salah satu buruh angkut mengangkat gabah ke mobil pikap di Dusun Cemetuk, Desa/Kecamatan Cluring untuk dibawa ke pabrik selep beras, Selasa (19/9).
DITUMPUK: Salah satu buruh angkut mengangkat gabah ke mobil pikap di Dusun Cemetuk, Desa/Kecamatan Cluring untuk dibawa ke pabrik selep beras, Selasa (19/9).

CLURING, Jawa Pos Radar Genteng – Harga beras di pasaran yang kini terus naik, rupanya dibarengi dengan kenaikan harga gabah basah. Saat ini, harga gabah basah antara Rp 6.800 sampai Rp 7.000 per kilogram.

Salah satu pengepul gabah, Ahmad Rudi, 45, warga Dusun Cemetuk, Desa/Kecamatan Cluring menyebut, harga gabah basah yang mencapai Rp 7.000 per kilogram itu sudah berlangsung sejak tiga bulan lalu. “Sebelumnya harga gabah basah atau gabah yang baru dipanen dari sawah Rp 5.800 sampai Rp 5.900 per kilogram,” terangnya.

Rudi menyebut mencari gabah dari petani di wilayah Banyuwangi ini lebih menantang. Pasalnya, harus berebut barang dengan pengepul lainnya. “Ada informasi panen, cepat-cepat datang ke lokasi membawa timbangan dan langsung dibeli,” cetusnya.

Harga gabah basah yang naik ini, jelas dia, juga mempengaruhi harga gabah kering. Saat ini, harga gabah kering sudah mencapai Rp 9.000 per kilogram. “Selisih dengan harga gabah basah ada Rp 2.000 per kilogram karena sudah melalui dua kali proses,” terangnya.

Dengan harga gabah yang terus naik itu, Rudi mengaku tidak heran dengan kenaikan harga beras yang terjadi di pasar. Sebab, harga awal dari petani sudah tinggi. “Penyebabnya macam-macam, biasanya karena hasil panen kurang. Sekarang panennya tidak seragam,” jelasnya.

Salah satu pedagang di Pasar Jajag, Kecamatan Gambiran, Indah Iswahyuni, 40, mengatakan pada awal bulan ini harga beras jenis premium mengalami kenaikan hingga Rp 1.000 per kilogram. “Naiknya bertahap, mulai akhir Agustus itu antara Rp 100 hingga Rp 200 per hari,” ungkapnya.

Harga beras yang awalnya Rp 12 ribu per kilogram, naik hingga Rp 13 ribu per kilogram. Harga itu juga sempat melonjak hingga Rp 14 ribu per kilogram. “Sekarang sudah agak stabil dengan adanya beras SPHP dari Bulog,” pungkasnya.(gas/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#panen #Petani #mahal #gabah #beras #Barang #sawah #naik #harga #Basah #Pasaran