Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Siswi SMAN Singojuruh Tewas Ditabrak Motor, Saat Kejadian Korban Akan Berangkat ke Sekolah

Salis Ali Muhyidin • Kamis, 14 September 2023 | 17:15 WIB
LAKA: Anggota relawan menggotong jenazah Ayundira Gusvivia ke ambulans untuk diantar ke rumahnya di Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Rabu (13/9).
LAKA: Anggota relawan menggotong jenazah Ayundira Gusvivia ke ambulans untuk diantar ke rumahnya di Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Rabu (13/9).

GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng – Nasib tragis menimpa Ayundira Gusvivia, 17, Rabu (13/9) sekitar pukul 06.15. Saat akan berangkat sekolah, siswi SMAN Darussholah Singojuruh asal Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, itu tabrakan di jalan raya Dusun Karanganyar, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu dan tewas di lokasi kejadian.

Korban yang saat itu naik motor Yamaha Aerox dengan nomor polisi P 3522 UB, ditabrak oleh Paing Samadi, 60, warga Dusun Krajan Kulon, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu yang mengendarai motor Honda Vario dengan nomor polisi P 5865 WB. “Korban meninggal di lokasi,” terang Kanit Lantas Polsek Genteng, Iptu Nanang Wardhana.

Menurut Kanit Lantas, kecelakaan itu bermula saat Dira, sapaan akrab Ayundira Gusvivia melaju dari arah selatan. Setiba di jalan raya Dusun Karanganyar, Desa Karangsari yang jalannya licin, siswi kelas XII itu tiba-tiba motornya terpeleset dan jatuh ke jalan raya. “Dari keterangan saksi di lokasi kejadian, korban tiba-tiba jatuh ke sisi kanan,” ungkapnya.

Tragisnya, terang dia, saat korban jatuh ke jalan raya dengan tubuh tergeletak di badan jalan, dari arah utara meluncur motor Honda Vario yang dinaiki Paing Samadi. “Paing tidak bisa menghindar, motornya menabrak korban hingga MD (meninggal dunia) di lokasi kejadian,” jelasnya.

Dalam kecelakaan itu, terang Nanang, korban yang tidak mengenakan helm, mengalami luka serius di bagian kepala. Selain itu, korban ini juga luka di bagian dada sebelah kanan. “Mengalami cedera otak berat,” ungkapnya.

Korban yang sudah meninggal itu, lanjut dia, oleh warga dibawa ke RSUD Genteng menggunakan ambulans milik Tim Reaksi Cepat (TRC) Genteng. “Jenazah korban diperiksa tim medis dan dikirim ke rumah orang tuanya,” ujarnya seraya menyebut perkara ini ditangani Unit Gakkum Polresta Banyuwangi.

Saat ditemui di Ruang Unit Lantas Polsek Genteng, Paing Samadi mengungkapkan saat kejadian akan akan mengantar anaknya, Lydia Zahirra, 12, ke sekolah di MTsN 8 Genteng. “Saya niatnya mengantar anak sekolah, malah kena musibah ini,” katanya.

Paing mengaku saat kejadian tidak bisa menghindar lantaran jarak yang sudah terlalu dekat. Ia juga kaget melihat korban yang jatuh dari motor dan tubuhnya tergeletak di badan jalan. “Jaraknya terlalu dekat, saya tidak bisa menghindar,” tandasnya.

Dalam kecelakaan itu, Paing mengaku juga jatuh dari motor dan terpelanting ke sebelah kanan. Untungnya, ia dan anaknya tidak mengalami luka serius. “Hanya luka ringan, saya lecet di lutut,” pungkasnya.(sas/abi)   

 

Editor : Agus Baihaqi
#helm #jalan raya #Berangkat #Jarak #siswa #kecelakaan #tabrakan #sekolah #tewas #sman 1 singojuruh #motor #tragis #gagar otak anak