Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kawanan Begal dengan Senjata Celurit Beraksi di Kebun Tebu, Korban Diikat Pakai Sarung

Salis Ali Muhyidin • Sabtu, 9 September 2023 | 13:30 WIB

 

TKP: Di jalan raya tengah kebun tebu di Dusun Krajan, Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore ini Rahman Hari Prasetya dibekal pada Kamis (7/9) sekitar pukul 21.00.
TKP: Di jalan raya tengah kebun tebu di Dusun Krajan, Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore ini Rahman Hari Prasetya dibekal pada Kamis (7/9) sekitar pukul 21.00.
GLENMORE, Jawa Pos Radar Genteng – Aksi begal terjadi di jalan tengah kebun tebu di Dusun Krajan, Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore pada Kamis (7/9) sekitar pukul 21.00. Rahman Hari Prasetya, 36, yang sedang melintas di jalan raya itu sendirian, dihadang oleh tiga kawanan pelaku yang membawa senjata tajam (sajam) jenis celurit.

Rahman asal Dusun Krajan, Desa Tegalharjo yang kesehariannya jualan makanan itu, saat kejadian akan mengantar makanan pada pelanggannya. “Kakak saya trauma karena, tidak mau ditemui orang,” kata Robet, 25, adik ipar korban yang tinggal di Dusun Krajan, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, kemarin (8/9).

Dalam aksinya ini, pelaku yang tidak menggunakan cadar tapi tidak terlihat wajahnya karena gelap itu, merampas uang korban sebesar Rp 110 ribu. “Saat itu hanya membawa uang Rp 110 ribu, oleh begal diminta semua,” ujarnya.

Aksi begal dengan korban kakak iparnya itu, terang Robet,  bermula saat Rahman akan mengirim pesanan makanan ke pelanggannya. “Mau COD (cash on delivery) di Cerung, tidak jauh dari warungnya Mas Rahman, tiba-tiba dicegat tiga orang,” jelasnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Pelaku yang diketahui tidak membawa kendaraan itu, terang dia, mengambil paksa kunci motor Honda Vario yang dinaiki kakak iparnya. Salah satu pelaku, memegang kerah baju korban. “Awalnya yang cegat dua orang, lalu mereka mengikat tangan kakak saya menggunakan kain sarung,” sebutnya.

Setelah kunci motor diambil dan tangan korban diikat dengan kain sarung, masih kata dia, korban oleh dua pelaku ditarik ke dalam kebun tebu. Tidak lama, satu orang pelaku muncul dengan membawa celurit yang sebelumnya telah disimpan di kebun. “Jumlah pelaku ada tiga orang, di kebun tebu itu pelaku menggeledah saku celana dan menemukan uang Rp 110 ribu,” cetusnya.

Setelah mengambil uang dan mengikat tangan serta mulut korban, jelas dia, ketiga pelaku itu kembali menyeret kakak iparnya ke pinggir jalan dan pergi. Motor yang dibawa korban, juga tidak dibawa. “Saat akan pergi, pelaku bilang, lak gak terimo reneo maneh (Kalau tidak terima kembali ke sini lagi),” katanya.

Rahman yang merasa ditantang, masih kata Robet, saat itu langsung kembali ke warungnya yang ada di depan Kantor Desa Tegalharjo. Dengan mengajak Deni, 50, temannya, kembali ke lokasi kejadian. “Mereka sudah tidak ada di lokasi kejadian,” ujarnya.

Setelah kejadian itu, Rahman mengabarinya yang saat itu di rumahnya sedang banyak orang. Ada kabar begal, semua bergerak ke lokasi. “Saya dan teman-teman yang sedang berkumpul di rumah menuju lokasi begal,” cetusnya.

Di lokasi itu sepi tanpa ada orang. Robet mengaku bersama teman-temannya menunggu lama sambil mencari di sekitarnya, tapi tiga begal tidak muncul. “Salah satu teman saya menemukan sarung di kebun tebu, dan kita langsung lapor ke polsek,” cetusnya.

Sayangnya, Kapolsek Glenmore, AKP Satrio Wibowo masih belum bisa dikonfirmasi terkait dugaan aksi kawanan begal ini. Saat ditemui di kantornya, kapolsek sedang tidak ada di tempat. Dihubungi melalui ponselnya juga tidak dijawab.(sas/abi)

 

Editor : Agus Baihaqi
#Begal #makanan #pelaku #dihadang #di kebun #jualan #trauma #Diikat