Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Wisatawan Pendaki Gunung Raung Meningkat, Banyak Gunung Tutup karena Terbakar

Salis Ali Muhyidin • Jumat, 8 September 2023 | 17:30 WIB
RAMAI: Halaman sekretariat pendakian Gunung Raung melalui Dusun Wonorejo, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru ramai dipenuhi pendaki, Kamis (7/9)
RAMAI: Halaman sekretariat pendakian Gunung Raung melalui Dusun Wonorejo, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru ramai dipenuhi pendaki, Kamis (7/9)

KALIBARU, Jawa Pos Radar Genteng – Pendakian Gunung Raung melalui Dusun Wonorejo, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru, meningkat, Kamis (7/9). Itu terjadi karena pendakian di sejumlah gunung favorit tutup akibat erupsi dan terbakar.

Saat ini, pendakian di Gunung Semeru terpaksa ditutup karena erupsi. Sedang Gunung Arjuno, Sumbing, dan Bromo pendakian juga ditutup karena terbakar.

“Sekarang banyak gunung yang terbakar, pendaki lari ke Gunung Raung,” cetus salah satu guide Gunung Raung, Eko Wahyudianto, 39.

Eko yang berprofesi guide di Posko Pendakian di Dusun Wonorejo, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru mengaku dalam sebulan bisa naik ke Gunung Raung mengantar tamu antara delapan hingga 10 kali.

“Sejak Gunung Semeru erupsi, setiap hari ada sekitar lima sampai 10 orang pendaki,” terangnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Jumlah itu bertambah setelah beberapa gunung favorit terbakar dan pendakian ditutup. Saat musim kemarau ini cuaca ekstrem, sejumlah gunung yang biasanya jadi favorit bagi pendaki terbakar. “Jujugannya ya mendaki Gunung Raung,” cetus petugas Sekretariat Pendakian itu.

Para pendaki yang telanjur mengambil cuti kerja, jelas dia, akhirnya merubah tujuan pendakiannya dengan memilih ke Gunung Raun. “Gunung Raung menjadi opsi untuk naik gunung,” tandasnya.

Gunung Raung yang masih rutin mengeluarkan asap putih di atas puncak, menurut Eko itu tidak berdampak terhadap jumlah pendaki yang datang. “Para pendaki sudah paham, asap putih di Gunung Raung itu sudah biasa terjadi,” ujarnya.

Faktor hujan, masih kata dia, lebih berdampak terhadap jumlah pendaki. Jika curah hujan tinggi, para pendaki akan mengurungkan niatnya untuk naik ke gunung. “Gunung Raung ini termasuk gunung berbahaya dengan trek yang sulit,” katanya.

Eko dan para ojek yang ada di jalur pendakian Gunung Raung, berharap aktivitas vulkanik gunung paling tinggi nomor tiga di Jawa Timur itu tetap normal. “Semoga tidak ikut erupsi dan bisa terjaga dari bahaya (Karhutla),” harapnya.(sas/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#Erupsi #pendaki #Tamu #tutup #wisatawan #terbakar #Ojek #gunung raung #curah hujan