MUNCAR, Jawa Pos Radar Genteng – Warga yang tinggal di pesisir pantai di Dusun Tratas, Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar bersih-bersih sampah. Dengan dibantu relawan komunitas peduli lingkungan, mereka membersihkan sampah yang menumpuk di pantai.
Pantai yang tidak jauh dari Pelabuhan Muncar itu, tampak sangat kotor. Saking banyaknya sampah yang menumpuk, pasir di pantai tidak terlihat karena tertutup sampah. “Ini sudah lama terjadi,” kata salah satu warga Dusun Tratas, Desa Kedungringin, Siawati, 45, Rabu (6/9).
Menurut ibu empat anak itu, sejak masih muda pantai di kampungnya itu memang sudah tercemar. Di sepanjang pantai, sampah menumpuk. “Kebanyakan sampah itu kiriman dari laut, terbawa ombak dan terdampar di pantai,” ungkapnya.
Sampah yang banyak menumpuk di pantai, kata dia, menyebabkan lingkungan di sekitar rumahnya menjadi kurang sehat dan tidak menarik untuk dipandang. “Saya berharap bisa bersih dan bebas dari sampah,” pintanya.
Camat Muncar, Tri Setia mengaku telah mengetahui sampah yang menumpuk di Pantai Dusun Tratas, Desa Kedungringin itu. Saat ini, tengah dilakukan pembersihan. “Kerja sama dengan Komunitas Sungai Watch Banyuwangi untuk membersihkan,” ujarnya.
Selama sepekan ini, jelas dia, proses pembersihan pantai terus dilakukan dengan menggandeng berbagai pihak. “Termasuk masyarakat sekitar, agar merasakan dampak dari lingkungan yang bersih,” cetusnya seraya menyebut juga mengajak anak sekolah.
Koordinator Komunitas Sungai Watch Banyuwangi, Suhardiyanto mengungkapkan, ide untuk membersihkan sampah di Pantai Tratas ini muncul secara tidak sengaja. “Sambil memetakan tempat untuk memasang trash barrier di sungai, tidak sengaja menemukan akses ke Pantai Tratas ini,” katanya.
Saat melihat kondisi pantai yang sangat kotor, Hari, sapaan akrabnya, berinisiatif untuk membersihkan pantai tersebut bersama para relawan di komunitasnya. “Founder komunitas setuju, kita lakukan pembersihan selama tujuh hari,” terangnya.
Selama tiga hari pembersihan, Hari menyampaikan sampah yang didapatkan hampir mencapai sepuluh ton. Dari jumlah itu, setiap hari berhasil mengumpulkan tiga ton sampah. “Ini hanya di Pantai Tratas,” cetusnya.
Sampah-sampah itu, kata Hari, diduga berasal dari sejumlah wilayah di Banyuwangi. “Biasanya dari sungai, kemudian terbawa arus hingga ke laut dan terdampar di pantai karena terhempas ombak,” terangnya.
Sampah yang dikumpulkan itu, kata dia, akan dipilah dan didaur ulang. Proses tersebut dilakukan di salah satu gudang yang terletak di Kecamatan Rogojampi. “Untuk pemilahan, kami memilah menjadi 30 jenis sampah,” pungkasnya.(gas/abi)
Editor : Agus Baihaqi