GAMBIRAN, Jawa Pos Radar Genteng – Jalan simpang lima di Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, ini hampir setiap hari selalu macet. Jalan menuju ke wilayah Kecamatan Pesanggaran dan Bangorejo, itu arus lalu lintasnya memang di kenal sangat ramai.
Untuk mengatur jalan, setiap hari ada beberapa relawan yang berdiri di tengah badan jalan untuk mengatur kendaraan. Tapi, arus lalu lintas di jalan simpang lima itu tetap semrawut. Warga, banyak yang menginginkan dipasang traffic light. “Ada yang meminta dipasang traffic light,” cetus Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Banyuwangi Pudjo Hartanto melalui Kepala Seksi (Kasi) Manajemen Rekayasa Lalu Lintas, Tanto Sujono.
Menurut Tanto, proses pemasangan traffic light di jalan simpang lima Jajag itu sudah berlangsung. Tiang dan lampu juga sudah dipasang semua. “Pemasangan lampu sudah selesai semua, ini akan dilakukan uji coba,” ungkapnya.
Untuk uji coba traffic light di Desa Jajag ini, akan dilakukan dengan menggunakan tenaga listrik dari genset. Sebab, Dishub Banyuwangi masih menunggu perizinan dari PLN untuk pemasangan listrik pada lampu lalu lintas itu. “Jangka waktu pemasangan listriknya kira-kira dua minggu lagi, kita tunggu izin dari PLN,” ujarnya.
Bila perizinan dari PLN turun, Tanto menyebut akan dilakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan menghidupkan lampu indikator kuning. “Sebelum benar-benar difungsikan, masyarakat dibiasakan dulu dengan lampu lalu lintas ini,” terangnya.
Lampu lalu lintas yang dipasang di jalan simpang lima Desa Jajag itu, lanjut dia, proyek Dishub Provinsi Jatim melalui Dishub Banyuwangi. “Karena masih berada di ruas jalan provinsi, maka pemasangan lampu lalu lintas menjadi tanggung jawab Dishub Provinsi Jatim,” ungkapnya.
Tanto menyebut, dua tahun lalu pernah mengusulkan pemasangan traffic light di jalan simpang lima itu. Ini berdasarkan kepadatan kendaraan dan angka kecelakaan lalu lintas. “Alhamdulillah, tahun ini usulan diterima dan langsung dilakukan pemasangan,” ujarnya.
Selain pertimbangan tersebut, masih kata dia, pemasangan lampu lalu lintas ini juga pernah dilakukan oleh Pemerintah Kecamatan Gambiran dan Polsek Gambiran. “Usulan dan pertimbangan itu dikaji dan direalisasikan,” terangnya.
Salah satu warga Dusun Krajan, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Agus Hariyanto, 45, mendukung keberadaan lampu lalu lintas tersebut. “Selama ini, simpang lima itu hanya dijaga relawan,” cetusnya.
Adanya lampu lalu lintas tersebut, diharapkan bisa mengatur kepadatan lintas dari dan menuju pusat Desa Jajag. “Sebelum ada lampu lalu lintas ini, harus ekstra hati-hati saat melintas, karena sore hingga malam relawan sudah tidak jaga,” pungkasnya.(gas/abi)
Editor : Agus Baihaqi