GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng - Gara-gara ditabrak truk fuso dengan nomor polisi P 8554 UR yang disopiri Moh Ali Mahrus, 28, asal Desa Pekalangan, Kecamatan Tenggarang, Kabupaten Bondowoso, pohon trembesi berukuarn besar di pinggir Jalan Gajah Mada, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng ambruk pada Senin (4/9) malam..
Sebagian batang pohon menimpa truk dan warung yang ada di pinggir jalan milik Mistiah, 58. Arus lalu lintas di pusat Kota Genteng juga sempat terganggu, karena batang pohon melintang separo badan jalan. “Separo badan jalan tertutup pohon trembesi, arus lalu lintas kita berlakukan buka tutup,” kata Kanit Lantas Polsek Genteng, Iptu Nanang Wardhana.
Menurut Nanang, truk fuso tanpa muatan itu melaju dari arah timur. Kendaraan besar itu, jalan terlalu ke kiri sehingga baknya menghantam pohon trembesi yang ada di pinggir jalan. “Pohon trembesi itu ambruk, untung tidak ada korban jiwa,” ujarnya di lokasi kejadian.
Akibat pohon trembesi ditabrak truk itu, arus lalu lintas tersendat sekitar dua jam, karena harus menunggu pemangkasan batang pohon selesai. Pohon itu juga menimpa warung milik warga sekitar, Mistiah. “Untuk ganti rugi atap warung yang tertimpa pohon biar diselesaikan sendiri. Surat-surat truk kita bawa ke polsek,” cetusnya.
Sopir truk fuso, Moh Ali Mahrus mengaku saat kejadian tidak membawa muatan. Rencananya akan mengambil semen di Kecamatan Puger, Jember. “Akan ambil semen ke Jember untuk dibawa ke Banyuwangi,” terangnya.
Saat melaju ke arah barat itu, jelas dia, setiba di timur Jembatan Setail, Kecamatan Genteng, ada mobil Toyota Avanza yang akan menyalib. “Ada mobil Avanza tiba-tiba nyalip, saya terpaksa ke kiri, tapi malah nabrak pohon,” katanya.
Pemilik warung yang tertimpa pohon,1 Mistiah berharap pohon yang ambruk karena tertimpa pohon itu segera ditebang semua. “Ini kan sudah tinggal separo, itu malah membahayakan kalau tidak ditebang semua,” jelasnya.
Pohon trembesi yang tumbuh di dekat warung nasi pecelnya itu, masih kata dia, sudah tiga kali diserempet oleh kendaraan yang melintas. “Sudah ada truk dan bus yang nabrak pohon trembesi itu, tapi yang sekarang ini sampai ambruk,” katanya seraya menyebut warungnya terpaksa ditutup karena tertimpa pohon trembesi ambruk.
Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banyuwangi, Ismanto mengatakan sudah melaporkan kejadian itu ke Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jawa Timur. “Sudah lapor PU, menunggu hasilnya, kalau nanti bisa dipotong berarti harus dipotong semua,” katanya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi