GENTENG, Jawa Pos Radar Genteng – Maraknya peringatan HUT ke-78 RI yang salah satunya digelar pawai budaya, menjadi berkah bagi para pemilik sanggar rias. Setiap Agustus, mereka ketiban berkah dengan melonjaknya peserta karnaval yang ingin merias diri.
Saat musim pawai budaya, mereka banyak yang memanfaatkan jasa sanggar rias. “Mulai pertengahan Agustus, sudah banyak permintaan merias,” ujar Nur Farida, 36, salah satu pemilik sanggar riasa asal Dusun Pandan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Rabu (30/8).
Hampir setiap pekan, sanggar rias milik Farida ini ramai dikunjungi para peserta pawai budaya. Mereka itu, tidak hanya dari desanya saja, tapi juga ada yang dari kecamatan lain. “Yang dirias tidak hanya peserta karnaval, peserta gerak jalan juga ada yang minta dirias,” katanya.
Membeludaknya permintaan merias peserta karnaval dan gerak jalan itu, membuat Farida merasa senang. Tidak setiap bulan, bisa menikmati penghasilan seperti ini. “Naik lebih dari 50 persen, pemasukan sampai puluhan juta rupiah,” ungkapnya.
Jasa rias yang ditawarkan Farida relatif terjangkau, yakni antara Rp 300 ribu hingga Rp 800 ribu, tergantung dari kerumitan riasan serta kostum yang dipilih. “Satu hari, kalau pas ada karnaval bisa merias sampai 20 orang. Itu paling banyak, karena keterbatasan tenaga,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Untuk merias satu orang, Farida mengaku butuh waktu sekitar 30 menit hingga satu jam, dan itu tidak semua dikerjakan sendiri. “Ada satu pegawai yang ikut membantu merias, biar lebih cepat,” cetusnya.
Selain merias para peserta gerak jalan atau karnaval, Farida juga disibukkan dengan permintaan merias pengantin di beberapa tempat. “Bulan ini bersamaan Safar, banyak orang yang punya hajat menikah,” terangnya.(gas/abi)
Editor : Agus Baihaqi