SEMPU Jawa Pos Radar Genteng – Syaiful, 31, asal Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore ini luar biasa. Penjual mainan anak-anak itu, setiap hari keliling kampung untuk menjajakan dagangannya, sambil menggendong anaknya yang baru berumur dua tahun.
Ditemui saat jualan mainan anak-anak di arena karnaval Desa/Kecamatan Sempu, Syaiful jualan mainan sambil menggendong buah hatinya yang masih tidur. Ia menerabas padatnya jalan yang dipenuhi peserta karnaval pada Minggu (27/8).
Syaiful mengaku kerap mengajak anaknya yang masih kecil itu jualan balon. Sebab, anak semata wayangnya itu tidak ada yang menjaga di rumah. “Istri saya juga jualan mainan di tempat yang lain,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Jualan mainan anak-anak ini, sudah dijalani Syaiful sejak tahun lalu. Di hari-hari biasa, ia menjajakan dagangannya itu di sekolah-sekolah. “Saya biasanya jualan di sekolah, siswa banyak yang beli saat pulang,” ungkapnya.
Selama ada perayaan Agustusan, Syaiful mengaku keliling dangan jalan kaki. Sedang motornya, dititipkan di rumah atau warung milik warga. “Jualan seperti acara karnaval ini naik motor susah, ya harus jalan kaki,” terang bapak muda yang memiliki keterbatasan fisik itu.
Meski berjualan di tengah keramaian, rupanya tak memberi garansi dagangannya akan laris, Syaiful mengungkap setiap harinya tak selalu membawa banyak uang. “Hasilnya sedikit, di sekolah malah kadang tidak laku, kalau ada acara seperti karnaval biasanya laku minimal 10 balon,” katanya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi