RADAR GENTENG – Karnaval yang digelar Pemerintah Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, dalam rangka perayaan HUT RI ke-78, diwarnai aksi kericuhan pada Kamis (25/8) sore. Kejadian tidak patut itu, melibatkan penonton dan peserta.
Kericuhan dalam karnaval dan viral di media sosial itu, belum diketahui pasti penyebabnya. Hanya saja, sejumlah penonton merangsek masuk ke barisan dan membuat onar. Kericuhan itu, terjadi di sekitar garis finish Dusun Truko, Desa Karangsari.
“Kericuhan karena ada provokasi dari luar,” cetus salah satu pemuda Dusun Truko, Desa Karangsari, Agil Seno Aji, 25.
Agil yang saat kejadian berada di lokasi menjelaskan, kericuhan itu bermula ada gerombolan yang diduga dari luar daerah tiba-tiba merangsek masuk ke barisan peserta.
“Ada gerombolan pemuda tidak pakai baju, mereka naik lima motor lebih,” katanya kepada Jawa Pos Radar Genteng.
Agil yang saat itu ikut karnaval dan baru menyelesaikan perjalanannya bersama tim, menyampaikan gerombolan yang tidak dikenal itu melakukan provokasi dengan mengacungkan jari tengah kepada peserta.
“Peserta yang lagi jalan dari Dusun Karanganyar (Desa Karangsari), seperti diejek dengan mengacungkan jari tengah,” ucapnya.
Merasa ditantang, terang dia, peserta karnaval itu tidak terima dan langsung memburu gerombolan pemuda tersebut.
Akibatnya, terjadi tawuran, sejumlah pemuda Dusun Truko yang juga mengikuti karnaval, bergerak menuju kerumunan untuk melerai.
“Kami tidak terima kampung kami dijadikan tempat tawuran, kami melerai,” ungkapnya.
Tidak lama, jelas dia, perangkat desa bersama warga ikut melerai dan mengamankan gerombolan pemuda itu. Tapi, para pengacau itu akhirnya disuruh pulang.
“Saya pesan agar penonton dari luar bisa lebih menghargai panitia dan tuan rumah,” pungkasnya.
Kapolsek Sempu, AKP Karyadi mengatakan saat terjadi kericuhan itu anggotanya sudah turun ke lokasi untuk ikut melakukan pengamanan.
“Anggota ikut mengamankan, persoalan itu sudah selesai dan kondusif,” katanya.
Kapolsek menyebut keramaian dalam karnaval yang digelar Pemerintah Desa Karangsari, itu karena ada kesalahpahaman. Dan itu, sudah diselesaikan.
“Yang dari luar jangan mancing-mancing, warga juga jangan mudah terpengaruh,” pintanya. (sas/abi)
Editor : Ali Sodiqin