Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ada Petilasan Mbah Singo Laksono, Sumber Air Kampung Sumberan Srono Dikeramatkan

Lugas Rumpakaadi • Minggu, 27 Agustus 2023 | 00:00 WIB
BERSEJARAH: Batu yang menjadi petilasan Mbah Singo Laksono di Dusun Srono, Desa Kebaman, Kecamatan Srono oleh warga dikeramatkan, Jumat (25/8).
BERSEJARAH: Batu yang menjadi petilasan Mbah Singo Laksono di Dusun Srono, Desa Kebaman, Kecamatan Srono oleh warga dikeramatkan, Jumat (25/8).

RADAR GENTENG – Sebagian warga mungkin belum mengetahui di tengah pemukiman warga Dusun Srono, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, Banyuwangi, ada tempat yang memiliki nilai sejarah. Oleh warga sekitar, tempat itu juga dikeramatkan.

Sekitar 50 meter dari pemukiman warga, ada bangunan terbuka yang di tengahnya terdapat batu seukuran kepala orang dewasa.

“Ini petilasannya Mbah Singo Laksono,” kata juru kunci petilasan, Rasidi saat jurnalis Jawa Pos Radar Genteng berkunjung, Jumat (25/8).

Petilasan yang ada di Srono itu, kata dia, tergolong masih baru. Itu jika dibandingkan petilasan lainnya yang sudah terkenal di Banyuwangi. “Ini masih belum lama ditemukan oleh warga secara tidak sengaja,” ungkapnya.

Rasidi menyebut, tempat yang kini dikeramatkan itu petilasan dari Ahmad Kiharjo atau yang berjuluk Singo Laksono. “Beliau dipercaya sebagai lurah pertama, dan orang yang membuka hutan di wilayah Srono ini,” ujarnya.

Temuan itu, masih kata dia, oleh masyarakat sekitar dijaga, dirawat, dan dijadikan salah satu destinasi wisata religi di Kampung Sumberan, Dusun Srono, Desa Kebaman. “Masyarakat mendukung dengan nguri-uri petilasan ini,” cetusnya.

Di sekitar Petilasan Singo Laksono, jelas dia, ada sumber air yang dipercaya oleh masyarakat sekitar dapat mengobati berbagai macam penyakit.

“Namanya Sumber Santri dan Sumber Panguripan, itu juga jadi rujukan penamaan kampung ini,” ujarnya.

Sumber air itu, jelas dia, tidak pernah kering. Saat musim kemarau seperti saat ini, air tetap mengalir cukup deras. “Warga kampung Sumberan ini tidak pernah khawatir kehabisan air,” ungkapnya.

Pasca pandemi Covid-19, terang dia, Petilasan Singo Laksono dan sumber air itu masih belum aktif sebagai salah satu destinasi wisata religi.

“Rencananya akan dihidupkan lagi, agar masyarakat sekitar juga dapat pemasukan,” pungkasnya. (gas/abi)

Editor : Ali Sodiqin
#srono #sumber air #petilasan #batu #Santri #wisata #religi #pemukiman #lurah