Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bantu Sopir Mobil Melintas di Jembatan Tua di Dusun Krajan, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 22 Agustus 2023 | 18:30 WIB
RELAWAN: Muhammad Setyobudi membantu pengendara yang melintas pembatas jembatan tua di Dusun Krajan, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran, Senin (21/8).
RELAWAN: Muhammad Setyobudi membantu pengendara yang melintas pembatas jembatan tua di Dusun Krajan, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran, Senin (21/8).

GAMBIRAN, Jawa Pos Radar Genteng – Warga sekitar jembatan tua yang menjadi pembatas Kecamatan Gambiran dengan Bangorejo, sudah tak asing dengan relawan ini. Sudah 13 tahun  membantu para sopir mobil melintas di portal beton yang dipasang di sisi kiri dan kanan jalan.

Relawan itu Muhammad Setyobudi, 40, warga Dusun Krajan, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran. Setiap hari, ia berdiri di utara jembatan talang peninggalan Belanda. “Saya hanya membantu agar bisa lewat di portal beton,” cetus Muhammad Setyobudi.

Pria yang biasa disapa Tyo itu mengaku awal menjadi relawan karena mendengar keluhan masyarakat yang melintas di jembatan. “Ada yang mengeluhkan mobilnya baret (tergores), saya tergerak jadi relawan,” cetusnya, Senin (21/8).

Sekitar 13 tahun yang lalu, Tyo setiap hari siaga di dekat beton pembatas itu. Itu dilakukan mulai pagi hingga sore. “Mulai dapat apresiasi dari warga karena membantu melewati beton pembatas,” katanya.

Untuk jasanya ini, Tyo tidak pernah mematok tarif kepada warga yang melintas dan dibantu itu. Tapi, ada beberapa pengendara mobil yang biasanya memberikan sejumlah uang atas jasanya. “Ada yang kasih Rp 2.000, ada yang Rp 5.000,” ungkapnya.

Uang yang didapat itu, kata Tyo, dikumpulkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Selain itu, juga dibuat mempercantik beton itu. “Dibelikan cat agar penampilannya lebih menarik,” ujarnya sambil tersenyum.

Selain apresiasi, pekerjaan yang dilakukan Tyo juga mendapat sindiran dari pengendara. “Pernah salah paham, mengira saya minta uang dari membantu memberi aba-aba waktu melewati beton pembatas ini,” terangnya.

Meskipun demikian, Tyo tetap melakoni pekerjaan itu. Menurutnya, ada kepuasan tersendiri bisa membantu orang lain. “Yang bikin betah bekerja sebagai relawan ya itu, ada kepuasan karena bisa membantu orang lain,” pungkasnya.(gas/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#bekerja #masyarakat #tarif #jembatan #relawan #sopir #apresiasi #pembatas jalan #Beton #portal #mobil #keluhan #melintas