RADAR GENTENG – Jalan penghubung antara Cangaan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng dengan Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, ditutup karena tengah diperbaiki.
Jalan itu ditutup selama sebulan penuh sejak Senin (7/8) hingga Kamis (7/9) mendatang.
Meski telah ditutup total bagi semua pengendara kendaraan, nyatanya masih ada beberapa pengguna jalan yang bandel dan memaksa masuk.
Parahnya, mereka melewati jalan cor yang masih basah hingga meninggalkan jejak roda. “Jalan itu malam dicor, paginya ada bekas motor yang lewat,” cetus Kepala Desa (Kades) Yosomulyo, Joko Utomo Purniawan.
Tak hanya sekali, Kades Joko mengaku mendapat informasi dari warganya jika ada pengendara sepeda motor yang melintasi jalan cor basah itu.
“Tapi belum tahu, apakah itu warga sekitar atau warga luar desa,” katanya.
Papan peringatan larangan masuk juga sudah terpasang baik, di sisi utara maupun selatan proyek jalan yang menelan anggaran hampir Rp 900 juta itu.
“Itu (banner) ukurannya besar dan bisa terlihat dengan baik dari jauh,” terangnya.
Kades Yosomulyo menyebut, sudah ada jalan alternatif yang disediakan bagi pengendara yang akan menuju Yosomulyo maupun Genteng.
“Memutar lewat Gardu Induk PLN dan ada petunjuk jalan,” cetusnya.
Joko berharap pada masyarakat untuk bersabar selama jalan penghubung dua desa itu diperbaiki.
“Nanti jika sudah boleh dilewati, papan larangan melintas akan dicabut. Mohon kesabarannya,” pintanya.
Untuk pelaksana proyek, Kades Joko juga meminta agar kedua sisi jalan, baik di utara maupun selatan, bisa ditutup total agar tidak dilewati pengendara bandel.
“Ada yang dibuka sedikit untuk warga sekitar,” ujarnya. (gas/abi)
Editor : Ali Sodiqin