RADAR GENTENG – Setelah beberapa pekan mengalami kelangkaan, gas elpiji 3 kilogram bersubsidi kini sudah mulai mudah didapat, Jumat (4/8).
Meskipun demikian, pangkalan gas elpiji tetap kekurangan stok karena kiriman dari agen masih terbatas.
Di salah satu pangkalan gas elpiji Dusun Petahunan, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, terlihat masih banyak tumpukan tabung gas kosong.
“Begitu ada kiriman dari agen, langsung dijual ke masyarakat yang membutuhkan,” ujar pemilik pangkalan, Marzuki, 40.
Stok yang dimilikinya masih sangat terbatas. Apalagi dengan masih adanya permintaan gas elpiji dari luar wilayah pangkalannya.
“Karena banyak yang beli, akhirnya ya cepat habis,” cetusnya.
Saat terjadi kelangkaan, Marzuki mengaku sempat tidak mendapat kiriman dari agen. Namun, kondisi itu mulai berangsur membaik dengan adanya tabung gas yang didistribusikan kembali oleh pangkalan.
“Sempat tidak dikirim, katanya karena stoknya sudah habis,” imbuhnya.
Marzuki berharap, ada penambahan kuota gas elpiji bersubsidi agar masalah kelangkaan tidak berlangsung lama. Selain itu, dirinya juga berharap, adanya kiriman dari agen meski hari libur berlangsung.
“Sekarang kalau tanggal merah, benar-benar tidak ada kiriman,” terangnya.
Agar distribusi gas elpiji bersubsidi tepat sasaran, Marzuki mengalokasikan gas yang ada di pangkalan dibagi.
“20 persen untuk toko-toko kecil, sedangkan 80 persen didistribusikan langsung untuk masyarakat,” ujarnya.
Masyarakat yang ingin membeli gas elpiji di pangkalan, kata Marzuki, tetap harus melampirkan fotokopi kartu tanda penduduk (KTP).
“Itu instruksinya dari agen,” katanya kepada Jawa Pos Radar Genteng.
Sementara itu, jika pembeli diketahui merupakan aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI atau Polri, Marzuki tidak akan melayani.
“Saya tanya dulu. Kalau tidak layak dapat subsidi, disarankan membeli yang nonsubsidi,” pungkasnya. (gas/als)
Editor : Ali Sodiqin