Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pedagang dan Pengrajin Ketiban Rezeki dari Tradisi Petik Laut, Sehari Raup Untung Ratusan Ribu

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 4 Agustus 2023 | 17:00 WIB
KREATIF: Pengrajin batok kelapa, Suryanto memanfaatkan ramainya tradisi Petik Laut untuk menjual hasil kerajinannya, Kamis (3/8).
KREATIF: Pengrajin batok kelapa, Suryanto memanfaatkan ramainya tradisi Petik Laut untuk menjual hasil kerajinannya, Kamis (3/8).

RADAR GENTENG – Tradisi Petik Laut di Pelabuhan Muncar, Banyuwangi, membawa rezeki bagi para pedagang. Bahkan, sehari setelah acara puncak digelar, para pedagang mengaku dagangannya laris dibeli pengunjung.

Sejak sepekan jelang puncak Petik Laut, stan para pelaku UMKM sudah memenuhi Pelabuhan Muncar. Pengunjung tampak memadati stand untuk menikmati beraneka produk dagangan.

Penjual jajanan gorengan dan minuman milik Heni Widyawati, 35, warga Dusun Sumberayu, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar, mengaku selama acara tradisi petik laut ini, dia mendapat keuntungan lebih dari biasanya.

“Alhamdulillah, sehari bisa dapat kurang lebih Rp 400 ribu,” ungkapnya, Kamis (3/8).

Heni menjelaskan, gorengan serta minuman dingin yang biasa dijualnya hanya laku separuhnya pada hari-hari biasa. “Biasanya tidak sampai segitu. Paling laris sosis sama minuman dingin,” imbuhnya.

Senada dengan Heni, penjual kerajinan aksesoris hiasan rumah dari batok kelapa, Suryanto, 40, warga Dusun Sukopuro, Desa Sukonatar, Kecamatan Srono juga mengungkapkan penghasilannya meningkat.

“Agak kesulitan menjualnya kalau tidak memanfaatkan acara seperti ini,” ujarnya.

Selama berjualan di pelabuhan, Suryanto mengaku mendapatkan penghasilan hingga Rp 600 ribu per hari. “Karena banyak orang ke sini melihat dan akhirnya tertarik. Jadi laku banyak,” imbuhnya.

Kerajinan batok kelapa yang diproduksi Suryanto memiliki beberapa variasi harga. "Untuk kerajinan batok berbentuk bonsai ukuran besar dibanderol dengan harga “Rp 250 ribu, dan untuk bonsai ukuran kecil Rp 200 ribu,” terangnya.

Suryanto juga mengungkapkan saat puncak tradisi petik laut berlangsung, ada salah pembeli dari Lampung yang memborong kerajinan buatannya. “Ada juga turis asal Selandia Baru yang beli,” pungkasnya. (gas/als)

Editor : Ali Sodiqin
#turis #Pelabuhan Muncar #kerajinan #petik laut #Pedagang #Variasi