RADAR GENTENG – Berada dekat dengan jalan protokol, ternyata tidak menjamin sebuah sekolah akan memiliki jumlah siswa yang banyak.
Seperti di SDN 1 Sepanjang yang berlokasi di Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore, ini. Jumlah siswa dari kelas I hingga kelas VI di sekolah ini, hanya 31 anak.
Malahan, dari enam kelas di sekolah itu, siswa di kelas III hanya berjumlah satu anak saja. Terlebih, jumlah siswa yang sangat minim ini, sudah berlangsung sejak lama.
“Sudah lama jumlah siswa di sekolah kami sedikit,” cetus Kepala SDN 1 Sepanjang, Hindunwati kepada Jawa Pos Radar Genteng, Rabu (2/8).
Ia mengungkap, satu-satunya siswa kelas III yang bernama Zahratul Husna, 9, itu baru pindah ke sekolahnya pada tahun ajaran baru kali ini.
“Dulu malah tidak ada muridnya sama sekali. Dua tahun sebelumnya kosong dan baru tahun ini ada siswa pindahan,” ungkap perempuan yang baru diangkat jadi kepala sekolah itu.
Menurut Hindunwati, penyebab sekolahnya sempat tidak mendapatkan murid pada 2021 lalu adalah mencuatnya isu regrouping sekolahnya dengan SDN 1 Karangharjo.
“Dulu sempat ada rencana itu, makanya wali murid khawatir anaknya tidak punya teman sama sekali di sekolah,” ujarnya.
Namun, kian lama, pembahasan rencana tersebut tiba-tiba mendapat penolakan dari wali murid dan jiga komite sekolah sehingga kemudian dibatalkan.
“Hingga kini tidak pernah jadi di-merger (regroup). Tapi sudah terlanjur sepi siswanya,” keluhnya.
Di sisi lain, kepsek menduga sepinya minat warga sekitar menyekolahkan anaknya ke SDN 1 Sepanjang adalah mulai masifnya sekolah setingkat SD yang baru.
“Banyak SD dan MI sekarang, apalagi sekolah kami terbilang masuk ke gang lokasinya,” ujarnya.
Bukan tanpa upaya, Hindun menyebut sekolahnya telah membebaskan semua biaya dan seragam sekolah.
Tapi, cara itu masih belum efektif untuk menarik anak dan orang tua untuk sekolah di tempatnya.
“Untuk dapat murid baru sangat sulit. Apalagi sekolah lain juga memberi perlakuan promosi yang sama,” ucapnya seraya menyebut sekolahnya juga mendapat persaingan dari madrasah.
Bahkan, untuk menarik siswa agar mau sekolah di SDN 1 Sepanjang, lanjut dia, banyak cara sudah dilakukan. Para guru turun langsung ke masyarakat untuk melakukan pendekatan.
“Kita sudah pantau siswa-siswa TK yang tahun depan naik ke SD, wali murid kita dekati dengan cara memberi sembako,” paparnya.
Sementara itu, Korwilsatdik Kecamatan Glenmore, Supriyadi mengaku belum bisa memastikan kemungkinan regroup.
Pasalnya untuk mencapai itu harus berkoordinasi dengan pihak lain seperti Pemerintah Desa Tegalharjo dan Karangharjo, Pemerintah Kecamatan Glenmore, serta para wali murid.
“Kita lihat nanti, tetap menunggu keputusan dari yang lain,” cetusnya. (sas/als)
Editor : Ali Sodiqin