RADAR GENTENG – Bulan Agustus kerap diidentikan dengan serangkaian acara hingga perlombaan. Mulai gerak jalan, karnaval, hingga lomba permainan tradisional.
Tak jarang, kegiatan gerak jalan hingga kernaval itu dilakukan di jalanan umum dan menimbulkan kemacetan.
Saat itu terjadi, pihak kepolisian akan dibuat memutar otak agar bisa mengurai kemacetan di jalanan umum saat adanya kegiatan masyarakat.
Karena itu, sejak jauh-jauh hari jajaran Polsek Kalibaru sudah menggelar rapat bersama forum pimpinan kecamatan (Forpimka) guna membahas potensi kemacetan tersebut, Selasa (1/8).
Masalahnya, jalur alternatif yang biasa dilalui warga ketika ada kemacetan, yakni jalur di sebelah timur Kantor Pegadaian Dusun Krajan, Desa Kalibaru Wetan, tidak bisa dilalui kendaraan besar akibat jembatan yang rusak diterjang banjir November lalu.
“Biasanya kan dilewatkan jalur tersebut, sekarang tidak bisa karena jembatannya putus,” kata Kanitlantas Polsek Kalibaru, Bripka Edy Irawan.
Kanitlantas menjelaskan, jembatan darurat yang ada di lokasi tersebut hanya menggunakan material kayu dan besi sehingga hanya bisa dilalui kendaraan roda dua saja.
“Untuk lewat situ sudah tentu tidak bisa, kemungkinan kami cari jalur buangan lain,” ujarnya.
Kanitlantas juga mengungkap nantinya pihaknya akan melihat terlebih dahulu lokasi start dan finish dari kegiatan karnaval dan juga gerak jalan tersebut.
“Jadwalnya sudah ada, semuanya di antara tanggal 17 Agustus, itu pun belum bisa dikatakan final. Sedangkan lokasinya mana masih akan dirapatkan,” ujarnya.
Di sisi lain, Kanitlantas mengungkap, pihaknya mengusulkan agar jadwal karnaval tersebut serentak dengan jadwal di wilayah kecamatan yang berbatasan dengan Kecamatan Kalibaru.
“Kalau bareng dengan Kecamatan Silo (Jember) dan juga Glenmore, mungkin pengguna jalan khususnya truk besar akan sepi di hari itu. Karena kena macet di daerah sebelum Kalibaru,” terangnya.
Meski begitu, Camat Kalibaru mengaku masih belum bisa memastikan jadwal acara kemerdekaan yang sudah beberapa lama absen di Kalibaru karena pandemi Covid-19 itu.
“Masih akan kami rapatkan terus untuk jadwal dan lokasinya,” pungkas dia. (sas/als)
Editor : Ali Sodiqin