Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Orang Lain Bingung Cari Elpiji, Warga Banyuwangi Ini Manfaatkan Gas dari Kotoran Kambing untuk Memasak

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 2 Agustus 2023 | 13:30 WIB
TERBARUKAN: Mastur mencampur kotoran kambing miliknya dengan air untuk menghasilkan biogas yang akan digunakan untuk memasak (foto kiri). Mastur menunjukkan nyala api dari energy biogas.
TERBARUKAN: Mastur mencampur kotoran kambing miliknya dengan air untuk menghasilkan biogas yang akan digunakan untuk memasak (foto kiri). Mastur menunjukkan nyala api dari energy biogas.

RADAR GENTENG – Kakek asal Dusun Sukodadi, Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, ini bisa dikatakan kreatif.

Di kala tetangganya bingung mencari gas elpiji untuk memasak, Mastur, 78, masih bisa menyalakan kompor berbahan bakar biogas.

Biogas merupakan energy yang dihasilkan dari limbah organik, salah satunya kotoran hewan ternak. Hampir dua bulan terakhir, Mastur sudah memanfaatkan energy terbarukan itu.

“Dapat bantuan dari salah satu NGO,” ungkap Mastur, Selasa (1/8).

Di tengah kelangkaan gas elpiji tiga kilogram atau gas melon, kakek enam cucu itu mengaku tidak khawatir. “Dari kotoran kambing yang saya punya sudah bisa untuk memasak,” katanya kepada Jawa Pos Radar Genteng.

Mastur memiliki enam kambing yang diternakkan di belakang rumahnya. Di dekat kandang kambing berukuran delapan meter persegi, terdapat halaman yang khusus digunakannya untuk mengumpulkan kotoran kambing.

“Yang sudah agak halus, itu yang dimasukkan ke tangki di bawah tanah untuk menghasilkan biogas,” terangnya.

Tangki untuk menghasilkan biogas, kata Mastur, berukuran cukup besar. Jari-jarinya sekitar satu meter dengan tinggi kurang lebih 1,5 meter.

“Waktu itu saya sendiri yang menggali lubang untuk tempat tangkinya. Untuk pemasangan dilakukan oleh yang memberi bantuan,” imbuhnya.

Sejak instalasi biogas tersebut dipasang, Mastur tak lagi khawatir untuk kebutuhan memasak. Sebelumnya, Mastur juga sempat bergantung pada gas elpiji melon untuk kebutuhan memasak.

“Bahkan lebih hemat pakai biogas ini dibandingkan dulu saat memakai gas elpiji,” katanya.

Untuk menghasilkan biogas, Mastur mengaku, setiap pagi dirinya mencampur satu ember penuh kotoran kambing berbobot 25 kilogram dengan satu setengah ember air.

“Alat pencampurnya sudah dibuatkan dan nanti setelah tercampur, langsung diarahkan ke tangki,” terangnya.

Menurut Mastur, sebelum memakai kotoran kambing, dirinya sempat memanfaatkan kotoran sapi.

Bahkan, Mastur mengungkapkan, energy biogas yang dihasilkan dari kotoran sapi lebih besar dibandingkan kambing.

“Hanya kendalanya waktu itu, saya harus mencari peternak sapi untuk saya beli kotorannya,” ungkapnya.

Meskipun di desanya banyak warga yang memiliki hewan ternak, Mastur akhirnya memilih menggunakan kotoran kambing miliknya untuk dijadikan biogas.

“Masih bisa menghasilkan api besar dan cukup untuk memasak satu hari,” pungkasnya. (gas/als)

Editor : Ali Sodiqin
#gas elpiji #energy terbarukan #tangki #biogas #kambing