RADAR GENTENG – Mungkin tak banyak yang tahu, di Dusun Gunungkrikil, Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, terdapat sebuah jembatan gantung dari bambu.
Jembatan ini sudah puluhan tahun dipakai masyarakat untuk menyeberangi Sungai Kalibaru.
Jembatan yang berada di tengah perkampungan di sebelah selatan Polsek Glenmore itu dipakai masyarakat untuk menyeberang ke lokasi Afdeling Carangan guna mencari rumput.
“Ini bukan jembatan darurat yang dibangun warga untuk cari kebutuhan pokok yang mendesak,” kata salah satu warga Sa’mad, 73, kepada Jawa Pos Radar Genteng.
Menurut Sa’mad, jembatan itu dibangun guna memudahkan warga Dusun Gunungkrikil yang memiliki ternak mencari rumput ke wilayah Perkebunan Glenn Falloch.
“Mayoritas warga sini kan punya ternak (kambing). Jadi cari rumputnya biasa ke kebun,” ungkapnya.
Lantaran lokasi kebun yang ada di timur sungai, warga pun pada akhirnya membangun jembatan gantung dari bambu yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki saja tersebut.
“Sudah sekitar 10 tahun bangun jembatan ini. Setiap hari mungkin ada 10 orang yang melintas untuk cari rumput,” ungkapnya.
Sebelumnya, terang Sa’mad, warga yang akan menyeberang untuk cari rumput tersebut harus turun ke sungai dan mencari bagian sungai yang tidak dalam.
“Dulu harus nyebrang, tapi kalau lagi banjir ya tidak bisa. Terpaksa cari rumput di tempat lain,” ungkapnya.
Ia menyebut, selama ini warga sudah memperbaiki jembatan tersebut sebanyak tiga kali. Konstruksi yang seadanya dengan material bambu, membuat jembatan yang banyak membantu mobilitas warga itu kerap lapuk termakan usia.
“Sejak dibangun mungkin hanya tidak kali diperbaiki, ya ganti bambu dan mengganti tali,” ujarnya.
Meski terlihat ngeri saat dilewati, warga rupanya tidak punya pilihan lain selain menyeberang sungai.
“Kalau jembatan ini rusak, warga harus kesusahan mencari rumput. Kalau ke kebun kan tidak terlalu jauh dari rumah,” kata warga lain, Arif Nugroho, 31. (sas/als)
Editor : Ali Sodiqin