Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gas Elpiji Melon Hilang di Pasaran, Agen Sebut Ada Perubahan Aturan Pengiriman

Lugas Rumpakaadi • Sabtu, 22 Juli 2023 | 16:00 WIB

 

HABIS: Tumpukan gas melon kosong di salah satu agen elpiji di Dusun Purwosari, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Jumat (21/7).
HABIS: Tumpukan gas melon kosong di salah satu agen elpiji di Dusun Purwosari, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Jumat (21/7).
CLURING, Jawa Pos Radar Genteng – Gas elpiji berukuran tiga kilometer seperti hilang di pasaran. Sejumlah agen dan penjual eceran kehabisan stok, dan warga mulai menjerit. Daerah yang warganya kesulitan mencari gas elpiji melon itu, terutama di wilayah Kecamatan Gambiran, Cluring, dan Gambiran.

Gas elpiji mulai langka di pasaran itu, sudah berlangsung sejak sebulan lalu. Tapi, seminggu terakhir ini semakin parah. Hampir semua pengecer kehabisan stok. “Saya beli sampai ke Genteng, semuanya habis,” cetus Nining, 51, warga Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Cluring.

Untuk mendapatkan gas elpiji melon, Nining mencoba mendatangi hamper semua pengecer mulai Kecamatan Cluring, Kecamatan Gambiran, hingga di Kecamatan Genteng. Dan semuanya kehabisan stok. “Pernah ketemu truk agen menurunkan gas elpiji, katanya sudah pesanan semua, saya mau beli satu tabung saja tidak boleh,” cetusnya.

Warga lainnya Purnomo, 60, asal Dusun Purwosari, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring mengaku sudah berkeliling ke tiga pangkalan gas elpiji yang ada di desanya. “Dari tiga pangkalan itu, stok elpiji tiga kilogram kosong semua,” katanya, Jumat (21/7).

Selain Purnomo, banyak tetangganya yang juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas elpiji melon tersebut. Yang menyedihkan, salah satu tetangganya punya usaha warung kecil yang membutuhkan gas elpiji. “Usahanya terganggu,”

Purnomo berharap, kelangkaan gas elpiji melon ini bisa segera dicari jalan keluarnya oleh pemerintah. Sehingga, masyarakat yang membutuhkan untuk kebutuhan setiap hari tidak kesulitan. “Gas elpiji habis, memasaknya ginama,” cetusnya.

Senada dengan Nining dan Purnomo, Hariyadi, 40, warga Dusun Krajan, Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring mengaku juga kesulitan membeli gas elpiji melon. “Kalau di daerah sini, sekitar satu minggu terakhir mulai langka,” ungkapnya.

Hariyadi mengaku sudah mencari ke pangkalan, agen, hingga warung-warung eceran yang ada di desanya. Tapi, usahanya itu tidak membuahkan hasil. “Stoknya kosong semua,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Salah satu pemilik pangkalan gas elpiji, Epy Diyanto, 40, warga Dusun Purwosari, Desa Benculuk menyebut kelangkaan yang dikeluhkan masyarakat itu mulai terjadi saat ada perubahan aturan pengiriman. “Sebelumnya, pengiriman rutin tiga kali seminggu, bahkan saat tanggal merah juga dikirim,” ungkapnya.

Setelah ada perubahan aturan itu, jelas dia, saat tanggal merah atau hari libur tidak ada pengiriman. Bahkan, tidak ada kompensasi jumlah tabung gas saat kiriman tidak dilakukan pada tanggal merah. “Misalnya seperti pekan ini, ada tanggal merah, saya cuma dapat 400 tabung gas dari normalnya 600 tabung gas per minggu,” terangnya.

Dari sisi permintaan, Epy menyebut hampir tidak ada peningkatan di pangkalannya. Terutama dari pembeli gas untuk kebutuhan rumah tangga. “Cenderung tetap, biasanya mereka (rumah tangga) beli satu tabung gas setiap lima hingga tujuh hari sekali,” jelasnya.

Meski terjadi kelangkaan, masih kata Epy, itu tidak berdampak pada harga gas melon yang dijual di pangkalan. “Harga tetap pada Rp 16 ribu per tabung gas melon dengan ukuran tiga kilogram,” ungkapnya pada Jawa Pos Radar Genteng.(gas/abi)

Editor : Agus Baihaqi
#gas elpiji #langka #habis #pangkalan #kosong #menghilang #agen #Gas Melon