MUNCAR, Jawa Pos Radar Genteng – Beberapa hari terakhir, suhu udara di wilayah Banyuwangi terasa dingin. Bahkan, di sekitar Pantai Muncar Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar yang biasanya sangat panas pada siang hari, kini berubah dingin. Angin dari laut, juga terasa dingin.
Salah satu warga Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo, Hariyanto, 43, menyampaikan cuaca di kampungnya ini beberapa hari terakhir terasa sangat dingin. “Kalau malam lebih dingin lagi, apalagi ada hembusan angin dari laut,” ungkapnya Kamis (20/7).
Biasanya, terang dia, suhu udara di Desa Kedungrejo yang dekat dengan laut itu sangat panas. Malahan, belum siang cuaca sudah panas. “Ini siang siang hari, udaranya masih tetap dingin,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Hawa dingin itu, jelas dia, menjadi berkah tersendiri bagi nelayan yang beraktivitas di siang hari. Mereka lebih leluasa saat membersihkan perahu, karena cuaca yang panas menjadi tidak terasa terik. “Kalau siang jadi tidak panas, enak membersihkan perahu,” kata Matsani, 55, warga Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo lainnya.
Matsani mengaku saat hawa terasa panas, memilih untuk berhenti bekerja dan mampir ke warung yang letaknya tidak jauh dari tempatnya bekerja. “Menunggu matahari agak turun, baru lanjut kerja,” imbuhnya.
Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi, I Gede Agus Purbawa mengatakan, turunnya suhu udara pada musim kemarau ini karena Jawa Timur memasuki siklus tahunan. “Biasanya dikenal dengan istilah fenomena Bediding,” ungkapnya.
Bediding, kata Gede, istilah untuk menyebut perubahan suhu yang mencolok, khususnya di awal musim kemarau. Kondisi ini punya ciri-ciri suhu lingkungan terasa lebih dingin dibandingkan normalnya. Fenomena Bediding di Banyuwangi, sudah masuk sejak akhir Juni lalu. Dan diprediksi pada Agustus mendatang suhu udara akan bertambah dingin. “Pada bulan-bulan itu suhunya paling dingin dalam setahun,” terangnya.
Penyebab fenomena Bediding itu, jelas dia, disebabkan oleh pergerakan massa, atau tiupan udara dari Australia dengan membawa massa udara dingin dan kering ke Asia, itu melewati sebagian selatan wilayah Indonesia yang dikenal monsun atau muson dingin Australia. “Pada bulan ini Australia memasuki musim dingin atau Winter,” katanya.
Selain itu, jelas dia, fenomena Bediding ini juga disebabkan gerak semu matahari yang saat ini ada di belahan bumi utara. “Jadi wilayah bumi bagian selatan ekuator sedang dingin,” pungkasnya.(gas/abi)
Editor : Agus Baihaqi