Salah satu warga Muntati, 40, asal Dusun Kopen, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng mengatakan antre selama dua jam setelah pulang dari bekerja. “Dari kemarin susah mencari tempat penukaran uang, pas ada langsung ke sini,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng
Meski harus berdesak-desakan dengan warga lain, ia mengaku tak punya pilihan lain lantaran butuh uang pecahan untuk memberikan angpao kepada sanak saudara. “Uangnya untuk lebaran, buat ditaruh di angpao,” tandasnya.
Petugas dari BI, Adrian menuturkan, masyarakat yang hendak menukarkan uang di booth penukaran uang dibatasi hanya Rp 500 ribu tiap orang. “Agar merata, dibatasi sebesar nominal tersebut,” katanya.(sas/abi) Editor : Agus Baihaqi