Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Jadi Sasaran Gerebek Surau, Jamaah Musala Walisongo Lakukan Pengecatan Usai Tarawih

Agus Baihaqi • Minggu, 2 April 2023 | 20:58 WIB
MAKAN NASI BUNGKUS: Rayyandra, Quinbi, dan Mikila selamat dari kebakaran kapal. Ketiganya ikut dievakuasi KRI RE Martadinata. (FREDY RIZKI/RaBa)
MAKAN NASI BUNGKUS: Rayyandra, Quinbi, dan Mikila selamat dari kebakaran kapal. Ketiganya ikut dievakuasi KRI RE Martadinata. (FREDY RIZKI/RaBa)
SONGGON, Radar Genteng – Puncak Gerebek Surau akan digelar berbarengan Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) di Desa Dasri, Kecamatan Songgon pada Senin (3/4). Untuk menyambut itu, jamaah Musala Wali Songo yang menjadi target, mengebut perbaikannya.

Sambutan jamaah salat tarawih Musala Wali Songo di Dusun Sragi Tengah, Desa Sragi, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, luar biasa. Saat takmir musala usai salat tarawih mengumumkan musalanya menjadi target Gerebek Musala yang digagas Jawa Pos Radar Banyuwangi, Baznas, dan Depo Indah Karya Bangunan Banyuwangi, mereka langsung menyambut dengan suka cita.

Para jamaah itu semakin riang saat diberitahu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, akan datang pada Senin (3/4) untuk meresmikan musala yang akan diperbaiki. “Semua jamaah senang,” kata salah satu takmir Musala Wali Songo, M Muslim.

Jamaah musala itu senang bukan hanya karena akan didatangi bupati, mereka menyambut gembira perbaikan musala karena sudah tiga tahun tidak dicat. “Kebetulan musala ini sudah lama tidak dicat lagi, itu catnya banyak yang mengelupas,” jelasnya.

Musala Wali Songo yang dibangun pada 1983 itu, selama ini tidak hanya dibuat untuk jamaah salat lima waktu. Tapi, juga dibuat untuk salat Hari Raya Idul Fitri. Sejumlah anak-anak di sekitar musala, dulunya juga belajar agama di musala. “Sekarang TPQ dipindah ke musala terdekat,” tuturnya.

Kegirangan jamaah musala yang mendengar akan didatangi Bupati Ipuk itu, langsung menolak saat takmir berencana mengundang beberapa warga untuk mengecat musala dengan cara dibayar. “Tidak boleh mengecat dibayarkan, jamaah akan mengecat ramai-ramai,” ujarnya.

Dan itu bukan tanpa bukti, usai salat tarawih, jamaah kembali datang ke musala untuk membersihkan musalanya. Sejumlah warga, bertugas mengecat musala dengan cat bantuan dari Depo Indah Karya Bangunan dan Baznas Banyuwangi. “Mengecat musala sampai tengah malam,” ungkapnya. (abi) Editor : Agus Baihaqi
#radar banyuwangi #Gerebek Surau #Pengecatan #Indah Karya #baznas