Petugas dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Genteng, drh Wiryeni mengatakan, ada seratus ekor kambing lebih di Desa/Kecamatan Tegalsari telah dinjeksi vaksin PMK pada Selasa (17/1). “Ini masih bisa bertambah, karena datanya belum selesai semua,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Wiryeni menyebut, setelah proses vaksnasi pada sapi selesai, vaksinasi untuk mencegah penyakit yang menyerang hewan pemamah biak itu menyebar, dilakukan pada kambing. “Untuk sapi sudah selesai, kasus PMK juga sudah melandai,” terangnya.
Untuk jenis vaksinnya sendiri, jelas, masih menggunakan vaksin yang sama seperti yang diinjeksikan kepada sapi, yakni vaksin aftopor. “Jenisnya sama pakai (aftopor) yang diimpor dari Swiss, penerapannya juga sama,” ungkapnya.
Menurut drh Wiryeni, fungsi vaksin untuk hewan ternak ini tidak beda dengan vaksinasi yang diberikan pada manusia saat serangan Covid-19. “Ini fungsinya juga menguatkan daya tahan tubuh, hanya saja yang ini untuk hewan,” ucapnya.
Vaksinasi kambing kali ini, lanjut dia, yang diutamakan di daerah pelosok pedesaan. Ini dilakukan agar yang kesulitan mencari dokter hewan bisa terpenuhi. “Banyak warga yang memiliki ternak mengaku kesulitan bertemu dokter hewan, maka ini kita prioritaskan,” cetusnya seraya menyebut vaksinasi pada kambing akan dilakukan lagi di tempat yang berbeda.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi