Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tiga Desa di Kecamatan Kalibaru Dihajar Puting Beliung

Agus Baihaqi • Sabtu, 17 Desember 2022 | 22:08 WIB
EVAKUASI: Warga memotong batang pohon sengon di atap rumah Bagus Sadewo di Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru, Kamis (15/12). (SALIS ALI/JPRG)
EVAKUASI: Warga memotong batang pohon sengon di atap rumah Bagus Sadewo di Desa Kalibaru Kulon, Kecamatan Kalibaru, Kamis (15/12). (SALIS ALI/JPRG)
KALIBARU, Jawa Pos Radar Genteng – Angin puting beliung kembali memorak-porandakan permukiman warga, Kamis (15/12). Kali ini tiga desa di Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, yang menjadi sasaran. Sebanyak 63 rumah di Desa Kalibaru Kulon, Desa Kebonrejo, dan Desa Kalibaru Wetan rusak setelah dihajar angin kencang pukul 16.00 tersebut.

Tidak ada korban jiwa akibat bencana alam itu. Kendati begitu, banyak warga yang mengalami kerugian karena bagian atap rumahnya rusak. ”Rumah warga yang rusak rata-rata di bagian atap,” ujar Plt Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi Mujito.

Menurut Mujito, angin puting beliung  menerjang tiga desa di wilayah Kecamatan Kalibaru, yakni Desa Kalibaru Kulon, Desa Kebonrejo, dan Desa Kalibaru Wetan. ”Dari tiga desa tersebut, kerusakan rumah yang paling banyak di Desa Kalibaru Kulon,” terangnya.

Di Desa Kalibaru Kulon, rumah warga yang rusak ada 53 unit. Di Desa Kebonrejo ada lima rumah dan di Desa Kalibaru Wetan sebanyak lima rumah. ”Data bisa saja berubah karena asesmen masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan,” katanya.

Photo
Photo
RUNTUH: Anggota TNI mengecek atap gazebo di Lapangan Sawunggaling, Desa Kebonrejo, Kecamatan Kalibaru yang ambruk disapu angin, Kamis (15/12). (SALIS ALI/JPRG)

Sukardi, 40, warga Dusun Krajan, Desa Kalibaru Kulon menuturkan, puting beliung tersebut disertai hujan deras. Hujan turun pukul 15.00, lalu mereda. Pukul 16.00, hujan deras kembali turun, kali ini disertai angin kencang.  ”Saat kejadian saya sedang berada di sawah. Saya melihat pusaran angin warna hitam. Saya langsung pulang karena kepikiran anak sama istri di rumah,” terangnya.

Saking derasnya hujan, jarak pandang sangat terbatas. Sukardi tidak mengetahui ada banyak pepohonan tumbang akibat terjangan angin. ”Setelah hujan reda sekitar pukul 17.00, pohon di samping rumah kelihatan banyak yang roboh,” ujarnya seraya menyebut atap rumahnya rusak akibat tersapu angin.

Warga lain, Bagus Sadewo, 22, mengatakan rumahnya terdampak cukup parah akibat puting beliung tersebut. Ada tujuh pohon sengon di belakang rumahnya yang ambruk menimpa atap. ”Di belakang rumah ada kebun sengon. Itu bukan milik saya, tapi ambruk ke rumah saya,” tuturnya.

Untungnya, saat kejadian anggota keluarganya bisa segera menyelamatkan diri dengan lari keluar rumah. ”Istri dan mertua lari keluar rumah. Istri saya itu lari sambil gendong anak yang masih berumur setahun,” ungkapnya.

Setelah hujan reda, warga di kampungnya langsung gotong royong mengevakuasi pohon tumbang. ”Semalam (Rabu malam) tidak tidur rumah karena takut atapnya ambruk. Hari ini (kemarin) dibantu warga memotong batang sengon yang menumpang di atas atap rumah,” pungkasnya. (sas/abi/c1) Editor : Agus Baihaqi
#puting beliung #rumah rusak #Bencana Alam #angin kencang