SEMPU, Jawa Pos Radar Genteng – Nasib tragis menimpa Mochamad Hendry Jati, 17, asal Dusun Simbar, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu. Siswa kelas XII SMK itu, tewas setelah kecelakaan karambol di Dusun Mangli, Desa Karangsari, Selasa (13/12) sekitar pukul 10.00.
Korban yang naik sepeda motor Honda GL dengan nomor polisi L 4879 OF itu, ditabrak mobil pikap Mitshubisi SS P 8704 VD yang disopiri Jayadi, 38, asal Dusun/Desa Balak, Kecamatan Songgon. Sebelumnya, korban senggolan dengan mobil pikap Mitshubisi L300 P 9442 J yang disopiri M Taufiq, 24, warga Dusun Krajan Baru, Desa Wonosobo, Kecamatan Srono. “Korban ini mulanya senggolan dengan pikap L300, lalu tabrakan dengan pikap Mitsubishi SS,” terang Kanitlantas Polsek Genteng, Iptu Nanang Wardhana.
Dalam kecelakaan itu, korban meninggal di lokasi kejadian dengan luka parah di kepala, lengan tangan kanan, dan kaki kiri patah. “Korban yang sudah meninggal itu oleh warga sempat dibawa ke RSUD Genteng,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Menurut Kanitlantas, kecelakaan yang menimpa korban itu bermula saat Hendry yang naik motor Honda GL melaju kencang dari arah timur. Motornya berada di belakang mobil pikap Mitshubisi L300. “Korban akan menyalip pikap di depanya,” terangnya.
Tapi naas, saat akan menyalip itu motor yang dinaiki korban menyenggol bokong pikap sebelah kanan. Motor yang dinaiki siswa SMK itu oleng ke arah kanan. Bersaman dengan itu, dari arah berlawanan meluncur mobil pikap Mistsubishi SS. “Motor korban ditabrak motor pikap SS yang datang dari arah berlawanan,” ungkapnya.
Dalam kecelekaan itu, jelas dia, korban dan motornya terseret hingga 15 meter. Korban terluka parah dan tewas di lokasi kejadian. Motornya mengalami rusak parah. “Motor yang dinaiki korban tersangkut di bamper mobil pikap,” katanya.
Sopir pikap SS, Jayadi mengaku tidak bisa menghindar saat Hendry dan sepeda motornya oleng ke arah kanan. “Jaraknya terlalu dekat, saya tidak bisa menghindar dan langsung menabrak,” dalihnya.(sas/abi) Editor : Agus Baihaqi