Keempat rumah warga yang rusak itu milik Kholis, 45, Rusinem, 63, Salimah, 55, dan Sri Wahyuni, 40. Dari empat rumah itu, tiga di antaranya rusak ringan. Hanya rumah milik Sri Wahyuni yang rusak berat karena tertimpa pohon berukuran besar. “Angginnya besar,” kata Kapolsek Sempu, AKP Karyadi pada Jawa Pos Radar Genteng, Jumat (9/12).
Menurut Kapolsek, bencana alam itu bermula saat di daerahnya turun hujan deras sejak pukul 11.30 hingga sore. Saat hujan, angin bertiup cukup kencang hingga menumbangkan pepohonan. “Di Dusun Sidomulyo itu banyak pepohonan,” terangnya.
Angin kencang itu, jelas Kapolsek, tidak hanya menyebabkan pohon ambruk. Atap rumah milik tiga warga warga, Kholis, Rusinem, dan Salimah juga beterbangan. “Ada pohon besar ambruk menimpa rumah Sri Wahyuni,” ungkapnya.
Untungnya, lanjut Kapolsek, tidak ada korban jiwa akibat ada angin besar itu. Bahkan, warga yang rumahnya disapu angin besar itu juga tidak ada yang terluka. “Warga semua di rumah, tapi selamat tanpa luka, hanya rumahnya yang rusak,” ungkapnya.
Saat hujan mulai reda, warga langsung gotong royong membersihkan dan memperbaiki rumah warga yang rusak itu. Untuk perbaikan ini, dilakukan hingga kemarin (9/12). “Tenaganya terbatas, perbaikan tidak bisa dilakukan sehari,” cetusnya.(sas/abi) Editor : Agus Baihaqi