Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Seminggu Dibangun, Jembatan Kandangan Hanyut

Agus Baihaqi • Kamis, 8 Desember 2022 | 19:10 WIB
TINGGAL FONDASI: Jembatan darurat yang baru seminggu dibangun di Dusun Sumberjambe, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran kembali hanyut dan tinggal pondasi, Rabu (7/12) (Riyono Untuk JPRG)
TINGGAL FONDASI: Jembatan darurat yang baru seminggu dibangun di Dusun Sumberjambe, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran kembali hanyut dan tinggal pondasi, Rabu (7/12) (Riyono Untuk JPRG)
 

PESANGGARAN, Jawa Pos Radar Genteng - Jembatan darurat di Dusun Sumberjambe, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran yang dibangun oleh warga bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, anggota Kepolisian, dan TNI pada Rabu (30/11), tidak bertahan lama. Pada Selasa sore (6/12) jembatan itu kembali hanyut.

Jembatan yang baru dibangun seminggu lalu itu, diterjang air akibat meluapnya Sungai Karangtambak yang melintasi Dusun SUmberjambe, Desa Kandangan. “Hanyutnya jembatan ini, membuat akses menuju Afdeling Sumbergandeng putus lagi,” cetus Kepala Desa Kandangan, Riyono.

Riyono menyebut, jembatan darurat itu baru selesai dibangun seminggu lalu. Itu setelah warga gotong royong bersama anggota BPD, kepolisian, dan TNI. “Jembatan itu hilang lagi, hanyut diterjang air sungai yang meluap,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng, Rabu (7/12).

Photo
Photo
KERJA BAKTI: Ibu-ibu ikut goptong royong dengan mengangkat batu saat membangun jembatan darurat di Dusun Sumberjambe, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran seminggu lalu. (Riyono Untuk JPRG)

Riyono menyebut jembatan yang hanyut akibat banjir, sudah yang kesekian kalinya. Dan itu, membuat warga sampai frustrasi dan kehilangan semangat untuk kembali membangun jembatan darurat. “Kalau ada banjir, jembatan yang dibangun akan hanyut lagi,” dalihnya.

Saat ini, jelas dia, warga yang akan menuju Afdeling Sumbergandeng harus turun ke sungai. Untuk keseberang, dengan menyusuri sungai yang tidak terlalu lebar. “Kalau sedang tidak hujan, arusnya tidak terlalu tinggi, warga masih bisa jalan kaki,” jelasnya.

Bagi yang membawa kendaraan bermotor, masih kata Riyono, harus diangkat bersama-sama. Bila nekat motornya dinaiki, rawan rusak kena air. “Sampai saat ini kita masih belum berpikir membuat jembatan darurat lagi,” ujarnya.

Tidak hanya itu, masih kata Riyono, warga yang baru belanja logistic, banyak yang harus menggendong barang belanjaannya untuk bisa sampai ke rumahnya. “Masyarakat menangis kalau keadaannya seperti ini terus,” keluhnya.

Untuk membantu warganya, Riyono berharap pemerintah hadir di desanya agar kondisi daerahnya bisa kembali seperti semula. “Semoga bencana segera menjauh, pembangunan yang sudah diagendakan bisa terlaksana dengan baik,” harapnya.(sas/abi) Editor : Agus Baihaqi
#jembatan hanyut #jembatan kandangan