PESANGGARAN, Jawa Pos Radar Genteng - Jembatan darurat di Dusun Sumberjambe, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran yang dibangun oleh warga bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, anggota Kepolisian, dan TNI pada Rabu (30/11), tidak bertahan lama. Pada Selasa sore (6/12) jembatan itu kembali hanyut.
Jembatan yang baru dibangun seminggu lalu itu, diterjang air akibat meluapnya Sungai Karangtambak yang melintasi Dusun SUmberjambe, Desa Kandangan. “Hanyutnya jembatan ini, membuat akses menuju Afdeling Sumbergandeng putus lagi,” cetus Kepala Desa Kandangan, Riyono.
Riyono menyebut, jembatan darurat itu baru selesai dibangun seminggu lalu. Itu setelah warga gotong royong bersama anggota BPD, kepolisian, dan TNI. “Jembatan itu hilang lagi, hanyut diterjang air sungai yang meluap,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng, Rabu (7/12).
Riyono menyebut jembatan yang hanyut akibat banjir, sudah yang kesekian kalinya. Dan itu, membuat warga sampai frustrasi dan kehilangan semangat untuk kembali membangun jembatan darurat. “Kalau ada banjir, jembatan yang dibangun akan hanyut lagi,” dalihnya.
Saat ini, jelas dia, warga yang akan menuju Afdeling Sumbergandeng harus turun ke sungai. Untuk keseberang, dengan menyusuri sungai yang tidak terlalu lebar. “Kalau sedang tidak hujan, arusnya tidak terlalu tinggi, warga masih bisa jalan kaki,” jelasnya.
Bagi yang membawa kendaraan bermotor, masih kata Riyono, harus diangkat bersama-sama. Bila nekat motornya dinaiki, rawan rusak kena air. “Sampai saat ini kita masih belum berpikir membuat jembatan darurat lagi,” ujarnya.
Tidak hanya itu, masih kata Riyono, warga yang baru belanja logistic, banyak yang harus menggendong barang belanjaannya untuk bisa sampai ke rumahnya. “Masyarakat menangis kalau keadaannya seperti ini terus,” keluhnya.
Untuk membantu warganya, Riyono berharap pemerintah hadir di desanya agar kondisi daerahnya bisa kembali seperti semula. “Semoga bencana segera menjauh, pembangunan yang sudah diagendakan bisa terlaksana dengan baik,” harapnya.(sas/abi) Editor : Agus Baihaqi