Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Diterjang Angin, Rumah Rusak, Warung dan Pentas Hari Guru Ambruk

Agus Baihaqi • Selasa, 29 November 2022 | 17:37 WIB
PERBAIKAN: Anggota TNI bersama warga mengevakuasi warung milik Ny Tatik di Dusun Trembelang, Desa/Kecamatan Cluring, Sabtu (26/11). (SERTU ARIF UNTUK JPRG)
PERBAIKAN: Anggota TNI bersama warga mengevakuasi warung milik Ny Tatik di Dusun Trembelang, Desa/Kecamatan Cluring, Sabtu (26/11). (SERTU ARIF UNTUK JPRG)
CLURING, Jawa Pos Radar Genteng – Angin puting beliung menghajar Desa/Kecamatan Cluring, Desa Jajag dan Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran pada Sabtu siang (26/11). Sejumlah rumah milik warga, warung, dan pentas utama milik PGRI Banyuwangi yang sedang mengadakan peringatan Hari Guru, rusak disapu angin besar itu.

Pentas utama yang digunakan peringatan Hari Guru oleh PGRI Banyuwangi di lapangan Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, ambruk sekitar sekitar pukul 12.50. Tidak ada korban, saat kejadian acara juga sudah selesai. “Awalnya seperti ada peringatan, listrik tiba-tiba mati, acara lanjut foto-fotoan,” terang Gosib Kusuma Wijaya, 38, pegawai sound system dalam acara itu.

Menurut Wijaya, mulai pukul 12.30 turun hujan deras. Bersamaan dengan itu, acara yang digelar PGRI Banyuwangi itu juga bubar. Tapi sebelumnya, juga ada hiburan music tradisional. “Hujan deras, saya langsung mengemasi gamelan dan sound,” terang pria asal Dusun Trembelang, Desa/Kecamatan Cluring.

Baru sekitar pukul 12.50, datang angin besar sdari arah utara. Angin itu, menerjang tarub dan pentas utama yang ada di pinggir selatan lapangan. “Angin besar sekali, pentasnya sampai ambruk,” ungkapnya.

Photo
Photo
RUSAK: Pentas utama dalam peringatan Hari Guru yang digelar PGRI Banyuwangi ambruk diterjang angin besar di lapangan Desa Jajag, Kecamatan Gambiran pada Sabtu siang (26/11). (AGUS BAIHAQI/JPRG)

Pemilik pentas dan tarub Nyoto asal Desa Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo, mengaku pentas utama yang ambruk itu rusak berat. Sejumlah besi yang dibuat kerangka pentas, banyak yang patah. “Saya rugi besar ini, panitia juga belum ada yang menghubungi saya ini,” katanya kepada Jawa Pos Radar Genteng, Sabtu sore (26/11).

Angin besar itu, juga menyerang perumahan warga di Dusun Jatisari, Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran. Di tempat ini, hujan deras dan angina besar pada Sabtu sore (26/11), menyebabkan pohon trembesi tumbang dan menimpa dua rumah. “Dua rumah warga rusak tertimpa pohon yang ambruk,” terang Kepala Desa (Kades) Wringinagung Kondang Suryaningrat.

Menurut Kondang, kedua rumah yang rusak itu milik Rihim dan Saeno. Di rumah itu, galvalum rontok dan genteng dapurnya hancur tertimpa pohon. “Untungnya tidak ada korban, pemilik rumah bersama keluarga selamat semua,” ujarnya.

Kerusakan agak pariah, terjadi di Dusun Trembelang, Desa/Kecamatan Cluring. Di wilayah ini, angin puting beliung menyebabkan empat rumah milik warga rusak, dan satu warung ambruk. “Hampir semua rusak ringan,” jelas kepala Desa Cluring, Sunarto.

https://www.youtube.com/watch?v=hVLsiHX7-hc&t=38s

Rumah milik warga yang rusak akibat diterjang angin puting beliung itu, jelas dia, milik Suprih, Deki, Hariyanto, Warsito, dan Budiono. Selain itu, warung milik Ny Tatik ambruk dan rata dengan tanah. “Rumah warga kerusakan pada genting, beterbangan,” jelasnya.

Rumah dan warung yang rusak akibat diterjang angin puting beliung itu, semuanya berada di Rt 1, RW 4. Untuk membantu warga yang menjadi korban, pemerintah desa membantu asbes. “Warga gotong royong memperbaiki rumah milik warga yang rusak,” ungkapnya.

Salah satu warga Dusun Trembelang, Desa Cluring, Supardi, 60, menyampaikan hujan deras disertai angin kencang terjadi sekitar pukul 13.00. “Anginnya besar sekali, genteng rumah banyak yang berjatuhan,” ujarnya.

Selain genting rumah warga yang berjatuhan, lanjut dia, angina besar itu juga mengakibatkan beberapa pohon tumbang. Meski masih hujan, warga juga langsung membantu rumah yang rusak. “Kami langsung bersih-bersih, kami berhenti setelah agak gelap,” terang Babinsa Desa Cluring Sertu Arif Hadi Mintoyo.(cw3/abi) Editor : Agus Baihaqi
#puting beliung #cuaca ekstrem #angin kencang