Sungai Karangtambak di Dusun Sumbergandeng, Desa Kandangan Kecamatan Pesanggaran yang meluap pada Jumat (18/11), tidak hanya memutus jembatan gantung di desa tersebut. Sedikitnya 42 makam di Afdeling Pal Enam, ikut hanyut disapu banjir.
SEJAK Jumat hingga Minggu (20/11), warga gotong royong mengubur kembali sejumlah jenazah yang bisa diselamatkan. “Kuburan yang hanyut itu ada 42 makam, itu lokasinya di pinggir sungai,” terang Kepala Desa Kandangan, Riyono.
Dari 42 makam yang hanyut itu, jelas dia, 12 jenazah masih bisa diselamatkan dan dikubur kembali. Sedangkan 30 makam lainnya, jenazah sudah hilang karena hanyut terbawa aruys sungai. “Banyak yang tidak ditemukan,” terangnya Minggu (20/11).
Riyono menjelaskan, tulang belulang manusia dan kain mori sempat memenuhi aliran Sungai Karangtambak yang mendangkal akibat dipenuhi sedimen pasir dan kerikil. “Warga banyak yang menemukan tengkorak manusia dan kain mori di sungai,” jelasnya.
Tidak sedikit dari tengkorak itu masih terbungkus kain mori dan dikubur lagi di tempat pemakaman umu (TPU) desanya. “Semua jenazah oleh warga diangkat dan dikubur lagi di di pinggir sungai. Sekarang di pinggiran sungai dipenuhi makam dadakan,” tuturnya.
Jenazah hanyut seperti itu, masih kata Riyono, kemungkinan tidak akan terjadi sekali saja. Apalagi melihat intensitas hujan yang turun sering terjadi dan membuat air sungai meluap. “Sementara 42 makam yang terhitung, kalau ada hujan deras lagi, bisa-bisa (sungai) meluap dan kembali menyapu makam,” tandasnya seraya menyebut wilayah Afdeling Pal Enam berada di atas Afdeling Sumberjambe.
Untuk menghindari itu, Riyono berharap segera ada perhatian dari pemerintah terkait mitigasi dan pencegahan bencana di desanya. “Kalau tidak ada tindakan, Sungai Karangtambak bisa menjadi sungai mori karena banyak jenazah yang hanyut,” cetusnya.
Riyono mengaku sudah mengajukan permohonan untuk pengerukan sedimen di Sungai Karangtambak ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), baik di provinsi maupun kabupaten. “Sudah mengajukan di BPBD Jatim dan Kabupaten Banyuwangi, sudah ke pak Sekretaris Daerah (Sekda) juga, tapi belum ada tanggapan,” pungkasnya.(sas/abi) Editor : Agus Baihaqi