Salah satu warga Gofar Widyanto, 50, mengatakan pohon pisang yang ditanam di tengah jalan itu sejak Kamis sore (17/11). “Jalan banyak yang berlubang, itu sering membuat kecelakaan,” katanya.
Menurut Gofar, selama tiga bulan terakhir sudah ada dua korban yang terjatuh dari sepeda motor, karena jalan yang berlubang. “Yang kecelakaan bukan warga sini, orang luar desa semua,” ungkapnya.
Karena sering membuat kecelakaan dan tidak lekas diperbaiki, lanjut dia, warga menggelar aksi protes dengan menanam pohon pisang di tengah jalan. “Juga sebagai penanda kalua jalannya berlubang,” ungkapnya.
Ketua RT 01, RW 01, Dusun Sidomukti, Tumarno, 46, mengaku baru mengetahui ada aksi warga dengan menanami pohon pisang. “Baru tahu pagi ini (kemarin), saya diminta melihat postingan Facebook oleh anggota LPMD,” katanya.
Tumarno mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi permasalahan jalan yang rusak itu. Tapi, upayanya juga tidak berhasil. “Warga sudah iuran untuk memperbaiki jalan, tapi tidak cukup,” katanya.
Masih menurut Tumarno, Pemerintah Desa Yosomulyo telah mengetahui jalan berlubang itu dan telah menghubungi Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan, dan Pemukiman (PU-CKPP) Banyuwangi. “Petugas juga sudah sempat datang untuk melihat, tapi karena material kurang dan sering hujan, perbaikan terlaksana,” pungkasnya. (cw3/abi) Editor : Agus Baihaqi