Banjir bandang akibat hujan deras, tidak hanya memporak-porandakan perumahan warga di sejumlah desa yang ada di Kecamatan Kalibaru. Sedikitnya 100 makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Gunungkrikil, Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore rusak dihantam luapan Sungai Kalibaru pada Kamis malam (3/11).
Potongan batu nisan hingga kain kafan entah milik jenazah siapa, bertebaran di sekitar tanah makam yang ada di perbatasan Desa Tegalharjo dan Desa Kajarharjo. Mirisnya, tidak sedikit jenazah yang dikubur dalam makam itu hilang. “Makamnya hanyut,” terang Juma'ah, 48, salah satu warga Afdeling Kampung Tengah, Dusun Gunungkrikil, Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore.
Warga yang ingin memastikan kondisi makam keluarganya, berdatangan ke TPU yang lokasinya berada di pinggir sungai, Jumat (4/11). “Di makam ini ada empat kmakam keluarga,” ungkapnya.
Juma'ah mengaku mendapat kabar dari warga jika sebagian makam yang ada di pinggiran Sungai Kalibaru itu rusak dan beberapa jenazah dikabarkan hilang. “Ada jenazah yang keluar dan terlihat tengkoraknya, tapi segera dibetulkan oleh ahli warisnya,” terangnya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Juma’ah yang datang bersama istrinya, Samiati, 35, ternyata masih beruntung. Empat makam milik adik, ibu, ayah, dan ayah istrinya tak sampai tergerus ganasnya arus sungai. “Alhamdulillah, masih ada karena jauh dengan bibir sungai, ini tadi saya bersihkan,” Tandasnya.
Warga lainnya, Salam, 49, bernasib lain. Makam keponakannya yang meninggal sekitar dua tahun lalu, sudah tidak berhasil ditemukan karena tergerus dan hilang saat banjir bandang. “Dari tadi saya cari tidak ada, hanya menemukan kain kafan di sekitar makamnya. Itu pun entah milik siapa,” cetusnya.
Salam menyebut lahan makam yang rusak sekitar 10 meter kali 30 meter. Dari luas itu, jarak antar makam sangat rapat, dan itu hanya beberapa saja yang masih bisa diselamatkan. “Tadi ada yang cari bareng saya, sampai menangis karena jenazah keluarganya hilang,” pungkasnya.(sas/abi) Editor : Agus Baihaqi