Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Damkar Evakuasi Sarang Tawon

Agus Baihaqi • Kamis, 3 November 2022 | 16:09 WIB
HARUS BERANI: Salah satu petugas Damkar Irvan Muhlisin mengevakuasi sarang tawon di rumah Andik, 42, di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sempu, Rabu (2/11)
HARUS BERANI: Salah satu petugas Damkar Irvan Muhlisin mengevakuasi sarang tawon di rumah Andik, 42, di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sempu, Rabu (2/11)
 

Aksi heroik dilakukan petugas pemadam kebakaran (Damkar) Bawah Kendali Operasi (BKO) Genteng dan Gambiran, Rabu (2/11). Mereka mengevakuasi sarang tawon berukuram besar di rumah Andik, 42, Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Sempu.

Sarang tawon berdiameter 40 centimeter itu, dievakuasi petugas dari genting rumah karena dianggap membahayakan warga sekitar. “Atas laporan pemilik rumah yang khawatir sarang tawon itu tambah membesar, kami segera merapat ke lokasi,” kata Koordinator Damkar wilayah selatan, Sutikno, 51.

Untuk mengevakuasi sarang tawon itu, Sutikno menurunkan lima petugas. Dengan peralatan yang ada, mereka menurunkan sarang tawon di ketinggian tujuh meter. “Rumah warga itu dua lantai, posisi sarang tawon lumayan tinggi. Kami mengakali dengan menggunakan tiga tangga yang digabung jadi satu,” ungkapnya.

Agar aman dari sengatan lebah, terang dia, petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) berupa seragam khusus. “Baju seragam yang digunakan Mas Irvan (petugas Damkar yang mengevakuasi sarang tawon) tidak tembus sengatan lebah,” katanya.

Setelah peralatan siap, satu petugas Damkar menaiki tangga sambil membawa karung. Lubang di sarang tawon itu ditutup agar ribuan lebah yang marah tidak keluar dan membahayakan petugas. “Setelah lubangnya dibuntu, sarang diambil dan dimasukkan ke karung,” jelasnya.

Tidak butuh waktu lama, petugas Damkar berhasil mengevakuasi sarang tawon yang kerap menyerang manusia tersebut. “Hanya butuh sekitar 10 menit saja, sarang tawon di rumah warga itu berhasil ditangani,” cetusnya.

Sarang tawon itu, lanjut dia, akan dibawa ke kantor Damkar BKO Genteng. Untuk antisipasi agar tawon tidak kembali, di bekas sarang itu dibersihkan dan diberi solar. “Sesuai prosedur tetap (protap), petugas damkar harus bisa mengevakuasi hewan dalam keadaan hidup,” cetusnya.

Pemilik rumah, Andik, mengaku senang sarang tawon di rumahnya bisa dievakuasi. Sebab, lokasi sarang tawon itu dekat dengan pasar dan sering menyerang warga. “Takutnya semakin membesar, bisa tambah membahayakan,” ujarnya.

Sebelum memanggil petugas Damkar, lanjut dia, sudah ada beberapa orang yang menawarkan diri untuk mengevakuasi sarang tersebut. Tapi karena ukurannya yang jumbo, orang-orang itu mengurungkan niatnya. “Gak ada yang sanggup, makanya saya lapor Damkar,” pungkasnya.(sas/abi) Editor : Agus Baihaqi
#Bahaya Sarang Tawon #petugas damkar #Evakuasi Sarang Tawon #damkar