Institut Agama Islam (IAI) Ibrahimy Genteng, Banyuwangi menggelar wisuda sarjana ke-28, dan Dies Natalis ke-34, yang digelar di Ballroom El Royale Hotel, Dusun Krajan, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat, pada Sabtu (29/10.
Sebanyak 354 mahasiswa dari tujuh program studi (Prodi) yang telah menyelesaikan pendidikannya, disahkan sebagai sarjana melalui prosesi wisuda sarjana. Mereka dikukuhkan di depan tamu undangan, termasuk koordinator Kopertais Wilayah IV, Prof Akh Muzakki, M.Ag Grad.Dip.SEA M.Phil Ph.D.
Dalam wisuda itu, Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) yang beralamat di Jalan KH Hasyim Asyari, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng itu, juga menetapkan Ummul Habiba dari Prodi PIAUD sebagai mahasiswa terbaik dengan IPK 3,89. Selain itu, juga menetapkan tujuh wisudawan terbaik di tingkat prodi. “Sebelum wisuda ini, kita gelar yudisium pada Senin (17/10) di Pondok Pesantren Salafiyah Syai’iyah Sukorejo, Situbondo, tempat lahirnya IAI Ibrahimy Genteng,” kata Rektor IAI Ibrahimy Genteng, Banyuwangi, Dr H Kholilur Rahman, M.Pd.I.
Gus Lilur, sapaan Dr H Kholilur Rahman, MPd.I, dalam wisuda kali ini diikuti 354 wisudawan dengan rincian 166 wisudawan dari Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), 25 wisudawan Prodi Pendidikan Guru MI (PGMI), 33 wisudawan dari Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), 27 wisudawan dari Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI), 59 wisudawan Prodi Ekonomi Syariah (Esy), 8 wisudawan dari Prodi Perbankan Syariah (Psy), dan 36 wisudawan dari Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI). “Para wisudawan itu dari empat fakultas, Fakultas Tarbiyah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Fakultas Syariah, dan Fakultas Dakwah,” ungkapnya.
Menurut Gus Lilur, para wisudawan ini telah dibekali pengetahuan, keterampilan, dan bekal hidup yang memadai. Untuk menyongsong kedepan, segera mengintegrasikan diri dengan lingkungan, memanfaatkan, menciptakan kesempatan, dan mampu berkompetisi secara sehat dan sportif. “Jangan hanya menjadi pencari kerja, tapi harus bisa menjadi pencipta kerja,” pesannya.
Dihadapan para wisudawan dan tamu undangan, Gus Lilur meningatkan cita-cita luhur Trigatra Pendiri IAI Ibrahimy, yakni almarhum KHR As’ad Syamsul Arifin, almarhum KH Imam Zarkasyi Djunaidi, almarhum KH Mahfud Hasyim yang menguinginkan pada saatnya IAI Ibrahimy harus menjadi universitas. “Untuk mewujudkan cita-cita itu, kita terus melakukan penataan,” ungkapnya.
Di antara penataan itu, terang dia, melakukan penataan manajemen SDM. Saat ini, dikampusnya telah memiliki sembilan dosen dengan pendidikan doktor, dan belasan dosen lainnya sedang menempuh pendidikan doktoral. “Kita juga terus melakukan kerjasama, dan rencana pembangunan gedung pascasarjana,” cetusnya.
Dalam perencanaan yang telah ditetapkan dalam rencana strategis (renstra), jelas dia, telah diputuskan pada 2026, IAI Ibrahimy akan alih status menjadi Universitas. Untuk menuju ke Universitas itu, kampusnya akan membuka tiga prodi untuk S1, satu prodi umum, dan satu prodi lagi untuk Program Pascasarjana. “IAI Ibrahimy untuk Program Pascasarjana baru memiliki Prodi PAI, ini lagi persiapan Prodi HKI untuk S2,” cetusnya.(abi)
Editor : Agus Baihaqi