Untuk keluar dari daerahnya, mereka harus memutar dengan melintasi Jembatan Jolondoro dengan jarak cukup jauh. “Kalau lewat Jolondoro harus memutar, bisa sampai satu jam perjalanan,” kata salah satu warga Afdeling Carangan, Dusun Gunung Krikil, Desa Tegalharo, M. Ghozali, 40, Jumat (28/10).
Warga yang terisolasi itu, kini kesulitan belanja logistik. Untuk menyiasati, warga membuat rakit dari papan kayu dan ban bekas. “Untuk sementara menggunakan ban, nanti ditarik menggunakan tali tambang dan katrol,” ungkapnya.
Menurut Gozali, kampungnya yang terisolir seperti sekarang ini, sebenarnya tidak hanya sekali ini saja. Saat Jembatan Carangan ambruk, warga yang tinggal di Adfeling Carangan juga kesulitan untuk belanja kebutuhan dapur. “Dulu untuk belanja membuat katrol, sekarang kita pakai rakit dari ban,” cetusnya.
Meski perahu rakitan dari ban mobil ini membantu, terang dia, tapi penggunaan rakit dari ban mobil bekas itu dianggap masih belum efektif. Di musim hujan seperti ini, arus sungai kerap membesar dan membahayakan. “Sempat tidak bisa dipakai karena air sungai tinggi,” jelasnya.
Kondisi itu tampaknya akan dirasakan warga Afdeling Carangan cukup lama. Pasalnya, untuk perbaikan jembatan yang dianggarkan Rp 487 juta itu butuh waktu. “Pembangunan yang sedang dilakukan ini tidak sampai tuntas,” ucap Camat Glenmore, Sultoni Munir.
Camat mengatakan, untuk menyelesaikan pembangunan jembatan permanen yang menghubungkan Desa Karangharjo dan Desa Tegalharjo itu butuh dana banyak. “Dananya yang disediakan Rp 487 juta, dana sebesar itu kemungkinan hanya bisa dipakai untuk menggarap pondasi di kedua sisi,” cetusnya.
Untuk pembangunan badan jembatan, lanjut dia, kemungkinan menggunakan anggaran tahun depan. Kecuali, dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2022 ini, ada dana lagi untuk pembangunan Jembatan Carangan. “Semoga semua pengerjaan jembatan bisa diselesaikan tahun ini,” harapnya.
Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, Jembatan Carangan yang menghubungkan Desa Karangharjo dan Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore pada Kamis (18/11) sekitar pukul 21.00, ambruk. Tidak ada korban dalam kejadian ini. Saat itu, warga tidak ada yang melintas.(sas/abi) Editor : Agus Baihaqi