Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Belasan Tahun Jualan Es Legen

Agus Baihaqi • Jumat, 28 Oktober 2022 | 17:21 WIB
PENJUAL LEGEN: Rio sedang melayani pembeli di lapaknya Desa Kepundungan, Kecamatan Srono, Kamis (27/10).
PENJUAL LEGEN: Rio sedang melayani pembeli di lapaknya Desa Kepundungan, Kecamatan Srono, Kamis (27/10).
Es legen sudah mulai sulit ditemukan. Salah satu penjual yang masih setia menjajakan minuman ini Rio, 60, warga Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran. Setiap hari, menjajakan es legen di Desa Kepundungan, Kecamatan Srono.

Rio mengaku kali pertama jualan es legen di tempat itu pada 2004. Ini artinya, bapak empat anak itu sudah jualan selama 18 tahun. “Legen dari pohon kelapa sendiri, pagi legen sendiri di rumah, kemudian berangkat ke sini,” katanya.

Setiap hari Rio mulai jualan es legen pukul 09.00 dan tutup sekitar pukul 15.00. Bila cuaca panas, legennya bisa habis lebih cepat. “Pulang kalau lehgennya habis, kalau hujan habisnya sampai sore,” ujarnya.

Pembeli yang datang ke tempatnya ini, bukan hanya warga sekitar Kecamatan Srono. Banyak dari luar daerah, juga berdatangan untuk mencari legen. “Pelanggan banyak, ada yang datang dari Banyuwangi,” ungkapnya.

Es legen yang dijual Rio ini termasuk murah, hanya dengan Rp 2.500, bisa menikmati satu porsi es sambil menikmati pemandangan persawahan di sekitar tempat jualannya. “Saya juga menjual dalam kemasan botol 1,5 liter. Harga per botolnya Rp 12 ribu,” cetusnya.

Hasil jualan es legen ini, dianggap cukup untuk membiayai sekolah anaknya yang terakhir. “Anak saya yang terakhir masih sekolah di SMPN 1 Gambiran, Sabtu besuk ikut tampil di Festival Gandrung Sewu,” pungkasnya.(cw3/abi) Editor : Agus Baihaqi
#es legen #Jualan Es Legen #jualan Es