Enam motor yang semua rusak itu Honda Supra X dengan plat nomor P 4951YC, Honda Beat warna biru putih P 2359 ZU, Honda Beat warna putih P 5399 XK, Honda Scoopy hitam O 3152 QAI, Honda Beat warna hitam P 6522 XL, dan Motor Yamaha Nmax warna hitam tanpa plat nomor. “Setelah dievakuasi, semua motor kita bawa ke polsek,” Kata Kapolsek Sempu, AKP Karyadi.
Untuk satu kendaraan roda empat yang ikut tertimpa reruntuhan bangunan atap toko emas, tidak ikut diamankan lantaran dibawa pulang oleh pemilik toko emas. “Yang mobil hanya terdampak sedikit, dan dibawa pulang pemiliknya,” katanya.
Menurut Kapolsek, motor yang tertimpa reruntuhan atap Indomaret itu sebagian besar rusak berat. Semua motor dibawa ke polsek untuk mediasi antara pemilik motor dengan manajemen Indomaret terkait ganti rugi kerusakan. “Seharusnya hari ini (mediasi), ternyata tidak ada yang datang,” katanya kepada Jawa Pos Radar Genteng.
Lantaran mediasi urung dilakukan itu, Kapolsek mengaku masih belum mengetahui seperti apa proses ganti rugi yang akan dilakukan. “Skemanya belum bisa dipastikan, mungkin bisa penuh diganti (kerugian), mungkin juga setengah-setengah,” ujarnya.
Tidak hanya masalah ganti rugi, Kapolsek juga menyinggung penyebab ambruknya atap teras Indomaret yang langsung viral di media sosial pada Senin malam itu. “Sementara ini, penyebabnya masih seputar faktor cuaca, tapi tidak menutup kemungkinan terkait kontruksi bangunan,” sebutnya.
Hanya saja, untuk melakukan penyelidikan, pihaknya harus menunggu adanya laporan polisi dari pihak yang dirugikan. “Kalau ada laporan polisi, kami bisa melakukan pengelolaan lebih lanjut. Bisa kami datangkan ahli bangunan dan lain-lain,” cetusnya.
Sementara itu, dari pantauan Jawa Pos Radar Genteng, beberapa karyawan Indomaret sudah berada di lokasi toko. Sayangnya, tidak satupun yang berkenan dikonfirmasi. “Sudah dibuka (toko) mungkin untuk evakuasi beberapa barang milik toko,” katanya.
Salah satu saksi mata yang motornya ikut tertimbun reruntuhan, Fitra Riskian, 24, warga Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, mengatakan hingga kini masih menunggu ganti rugi dari manajemen Indomaret. “Katanya masih mau dikomunikasikan dengan manajemen, masih belum jelas,” ucapnya.
Fitra yang mengklaim motornya Honda Beat tahun 2018 warna hitam menjadi yang paling parah kerusakannya. Ia berharap segera mendapat kejelasan terkait biaya ganti rugi kerusakan. “Motor itu yang saya pakai sehari-hari,” cetusnya.
Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, atap teras bangunan Indomaret di Dusun Klontang, Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, roboh pada Senin (17/10) sekitar pukul 16.45. Beruntung, tidak sampai menelan korban jiwa, tapi enam motor dan satu mobil yang parkir rusak tertimpa reruntuhan bangunan.
Saat kejadian, sebenarnya di lokasi ada sejumlah warga. Tapi, semuanya berhasil menyelamatkan diri. “Alhamdulillah, tidak ada yang luka, semua bisa melarikan diri,” Kata salah satu saksi yang ada di lokasi kejadian, Fitra Riskian, 24, warga Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi. (sas/abi) Editor : Agus Baihaqi