Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Atap Rumah Ambruk, Tiga Orang “Terkubur” Dalam Kamar

Agus Baihaqi • Kamis, 13 Oktober 2022 | 04:01 WIB
HANCUR: Imam Masduki memilih genting rumah yang bisa dipakai lagi saat perbaikan, Senin (10/10). (Salis Ali/Radar Genteng)
HANCUR: Imam Masduki memilih genting rumah yang bisa dipakai lagi saat perbaikan, Senin (10/10). (Salis Ali/Radar Genteng)
GLENMORE, Jawa Pos Radar Genteng - Hujan deras disertai angin kencang, membuat atap rumah milik Imam Masduki, 65, di Dusun Sidodadi, Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore ambruk, pada Minggu (9/10) sekitar pukul 02.00. Dalam kejadian itu, tiga orang yang sedang tidur di dalam rumah terluka.

Ketiga orang yang semuanya anak, menantu, dan cucu Imam Masduki itu Agus Mohtar Afandi, 37; Kurnia Dhati Rohmatul Faizah, 23, dan Sabrina Kayla yang masih berumur tujuh bulan. Sedang Imam Masduki bersama istrinya, Siti Muslimah, 56, selamat dan tidak mengalami luka sedikitpun. “Saya dan istri tidur di kamar depan, kebetulan atapnya tidak ambrol. Jadi alhamdulillah tidak ada yang luka,” kata Imam Masduki, Senin (10/10).

Imam menyampaikan saat rumahnya yang berukuran enam meter kali 12 meter itu atapnya ambruk, semua sedang tertidur pulas. Saat itu, sedang turun hujan deras. Ia tidak mengira atap rumahnya akan ambruk hingga menimpa anak, menantu, dan cucunya. “Tahu-tahu sudah ambruk, semuanya panik, saat itu turun hujan deras,” katanya.

Kepanikan semakin bertambah saat Agus keluar dari kamarnya dengan wajah penuh darah. Saat itu, anaknya itu tidur dengan istri dan anaknya yang masih berumur tujuh bulan. “Wajah Agus darah semua, istri dan anaknya yang masih bayi terkubur di bawah reruntuhan genting, kayu, dan plafon kamar,” cetusnya.

Melihat wajah Agus yang penuh darah, Imam berusaha menyelamatkan Kurnia dan anaknya yang terkubur di reruntuhan bangunan. “Agus langsung bawa bayinya ke luar rumah, saat itu Kayla tidak menangis sama sekali,” jelasnya.

Untuk pengobatan, terang dia, anak, menantu, dan cucunya yang terluka itu, oleh warga ditolong dengan dibawa ke RSU Bhakti Husada, Krikilan, Kecamatan Glenmore. “Sekitar pukul 02.30, ketiganya dibawa ke rumah sakit,” cetusnya

Imam menyebut, saat tertimpa bangunan rumah yang ambruk itu, Agus  menderita luka di bibir atas, pelipis mata kiri, dan kepala. Sedangkan istrinya mengalami luka robek di kepala bagian atas, sedang Kayla hanya mengalami luka gores di atas telinga sebelah kiri. “Setelah lukanya dijahit, ketiganya sudah oleh pulang,” ungkapnya.

Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banyuwnagi, Ismanto Untung mengatakan setelah mendapat laporan rumah ambrol itu, langsung merapat ke lokasi kejadian untuk melakukan assesment. “Assesment sekaligus membantu evakuasi bersama warga sekitar,” katanya.

Dari hasil keterangan korban dan assessment yang dilakukan, akibat rumahnya yang ambrol itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp 25 juta. “Yang ambrol ini atapnya, bangunannya masih utuh,” ujarnya. (sas/abi) Editor : Agus Baihaqi
#atap ambruk #rumah rusak #hujan deras #angin kencang