Jembatan yang menjadi akses para siswa SMPN 2 Glenmore itu terputus akibat luapan air dari sungai yang tersumbat sampah dan ranting pohon. “Debit air sangat tinggi,” kata Kapolsek Glenmore AKP Satrio Wibowo, kemarin (9/10).
Tingginya debit air di Sungai Kalirejo, terang Kapolsek, lantaran guyuran hujan deras sejak Jumat (7/10) sekitar pukul 22.00. “Hujannya turun dengan deras mulai malam hingga pagi, dan kita dapat laporan jembatan itu ambrol,” cetusnya.
Kapolsek menduga jembatan yang ambrol itu karena kondisi bangunan yang sudah berumur tua. “Usia bangunan jembatan sudah puluhan tahu, sehingga tidak mampu menahan beban yang berat,” ungkapnya.
Akibat jembatan itu putus, masih kata Kapolsek, akses jalan dari arah barat menuju kantor Kebun Kalirejo dan SMPN 2 Glenmore terputus. Jalur alternatif yang tersedia, hanya dari utara Kebun Kalikempit dan dari arah timur melalui Kebun Kalitelepak. “Jaraknya semakin jauh karena memutar,” terangnya.
Ditanya kerugian akibat jembatan yang ambrol itu, Kapolsek mencebut mencapai Rp 350 juta. “Beruntung tidak ada korban jiwa, tapi kerugiannya mencapai ratusan juta rupiah,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Genteng. (sas/abi) Editor : Agus Baihaqi