Saat pasaran selama dua minggu terakhir, jumlah sapi yang ada di Pasar Hewan Glenmore itu paling banyak hanya sekitar 160 ekor sapi. Tapi, pada pasaran Jumat (7/10), jumlah hewan yang dijual pedagang bertambah. “Hari ini (kemarin) ada sekitar 180- an ekor sapi, meninggal di banding minggu-minggu lalu,” kata Kepala Pasar Hewan, Glenmore, Slamet Budiono.
Jumlah sapi yang mencapai 180 ekor di pasar hewan terbesar di Kabupaten Banyuwangi ini, jelas dia, menjadi yang terbanyak semenjak ada PMK. “Pasar hewan Glenmore ini buka setiap Jumat, sebelum-sebelumnya (selama masa PMK) selalu sepi,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Genteng.
Slamet menyebut, dari catatannya selama ada PMK, jumlah sapi yang dijual pedagang saat pasaran, pernah hanya 40 ekor sapi, itu terjadi pada Juli lalu. “Saat itu pasar hewan sempat ditutup dua minggu, setelah ada vaksinasi baru mulai berani (buka) lagi,” ucapnya.
Meningkatnya jumlah sapi yang dibawa pedagang ke pasar hewan, itu karena beberapa pasar hewan di wilayah lain seperti Jember sedang tutup. “Sekarang di daerah lain, seperti pasar hewan di Mayang, Jember sedang tutup, jadi pedagang ke Glenmore,” jelasnya.
Meski pasar sudah mulai ramai, harga jual sapi belum banyak berubah. Harga sapi Limosin sebelum PMK hanya Rp 11 juta, sekarang malah lebih tinggi, Rp 12 juta hingga Rp 13 juta per ekor. “Harga belum turun, masih seperti yang minggu lalu,” katanya.(sas/abi) Editor : Agus Baihaqi