Gara-garanya, 250 liter air masuk ke tangki bahan bakar minyak (BBM) di SPBU itu pada Rabu malam (31/9). Akibatnya, 10 kendaraan roda empat dan 23 roda dua yang baru mengisi BBM mogok. “Untuk pulau pompa pertalite masih belum beroperasi,” cetus perwakilan owner SPBU Pesanggaran, Eko Sulistyo.
Menurut Eko, meski sudah memastikan masuknya 250 liter air ke tangki BBM karena rembesan, dan perbaikan juga sudah selesai dilakukan, SPBU Pesanggaran masih belum bisa beroperasi seperti biasa. “Rembesannya ada pada main hole, sekarang sudah diperbaiki,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Eko menyebut semua kerusakan tangki BBM sudah diperbaiki. Tapi, Pertamina masih belum mengizinkan SPBU Pesanggaran beroperasi secara normal seperti biasa. Padahal dengan adanya kenaikan harga BBM, warga cenderung menghindari pembelian BBM jenis pertamax. “Sementara SPBU Pesanggaran hanya melayani pengisian solar dan pertamax saja,” ucapnya.
Eko mengakui gara-gara ada air yang masuk ke tangki BBM, SPBU Pesanggaran mendapat sangsi dari Pertamiana. Pihaknya, kini tengah menunggu sangsi itu dicabut agar satu pulau pompa pertalite bisa kembali buka. “Perbaikan bagian main hole (yang terjadi rembesan) tidak cukup, SPBU harus tutup dulu,” ungkapnya.
Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, sedikitnya 23 kendaraan motor dan mobil milik warga yang mengisi bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Dusun Ringinmulyo, Desa/Kecamatan Pesanggaran, mogok pada Rabu malam (31/8).
Dari 23 kendaraan yang mogok itu, terdiri 10 roda empat dan 13 lainnya roda dua. Semuanya mogok karena BBM yang diisi ke kendaraannya bercampur dengan air. Saat dicek dengan mengambil BBM di kendaraan, ternyata bercampur air.
Belakangan, pihak manajemen SPBU memastikan ratusan liter air masuk ke tangki yang ditanam akibat rembesan di dalam tanah, kemarin (4/9). “Kami sudah melakukan penyelidikan internal, hasilnya air yang masuk itu berasal dari rembesan pada tangka BBM,” kata perwakilan owner SPBU Pesanggaran, Eko Sulistyo.(sas/abi) Editor : Agus Baihaqi