Sugiyanto tampaknya juga harus bersabar. Harapan dapat bantuan dari BPBD Banyuwangi, sepertinya juga tipis. Sebab, saat ini anggaran untuk bantuan sudah habis. Pada korban yang rumahnya habis terbakar ini, hanya bisa membantu kebutuhan pokok. “Kami menyerahkan bantuan kebutuhan pokok,” cetus Plt Kepala BPBD Banyuwangi Ilzam Nuzuli.
Ilzam menyebut bantuan yang disalurkan pada para korban kebencanaan, biasanya tidak hanya berupa bahan pokok. Tapi, juga bahan material untuk perbaikan rumah. Hanya saja, kali ini bantuan perbaikan rumah itu tidak bisa dilakukan karena anggaran sudah habis. “Bantuan material untuk bangunan rumah sudah habis,” sebutnya.
Dari hasil kunjungan ke rumah korban yang rumahnya kebakaran, terang dia, kondisinya dianggap sangat memprihatinkan. Api yang membakar rumah itu, membuat semua perabotan habis dan bangunan rumah rata dengan tanah. “Semoga bantuan yang kami berikan bisa sedikit meringankan penderitaan korban,” katanya kepada Jawa Pos Radar Genteng.
Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, rumah milik Sugiyanto, 54, di Dusun Seloagung, Desa/Kecamatan Siliragung habis terbakar, Kamis (22/9) sekitar pukul 04.30. Dalam kebakaran itu, bangunan rumah rata dengan tanah tanpa ada yang tersisa.
Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran itu. Saat kejadian, Sugiyanto sedang berada di Kota Probolinggo. Anaknya, Yayak, 37, yang mengalami keterbelakangan mental berhasil diselamatkan warga. “Saat melihat ada api di rumah Sugiyanto, warga langsung mendobrak pintu yang dikunci untuk menyelamatkan Yayak,” kata anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, Ismanto Untung. (sas/abi) Editor : Agus Baihaqi