Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banyuwangi, Ismanto mengatakan saat kerja bakti ditemukan sampah rumahan banyak menumpuk di selokan. “Warga Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru mengawali bersih-bersih selokan,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Sampah yang menumpuk di selokan itu, terang dia, membuah aliran tersendat dan meluap setiap turun hujan deras. “Semua sampah yang ada di dalam selokan itu langsung kita angkat,” ucapnya.
Bersih-bersih selokan ini, terang dia, rencananya akan dilakukan secara serentak pada Jumat ini. Tapi warga di Desa Kalibaru Wetan memutuskan untuk bersih-bersih lebih awal. “Besok (hari ini), desa lain juga bersih-bersih (selokan) secara serentak, sesuai hasil rapat pada Senin (12/9) lalu,” tandasnya.
Seperti yang diberitakan harian ini sebelumnya, air selokan yang meluap saat turun hujan deras di di wilayah Kecamatan Kalibaru, mendapat tanggapan serius dari pemerintah kecamatan setempat. Senin (12/9), mereka membahas secara khusus di kantor kecamatan terkait banjir setinggi 40 hingga 50 sentimeter di Desa Banyuanyar, Desa Kalibaru Wetan, Desa Kalibaru Manis, dan Desa Kalibaru Kulon pada Minggu (11/9).
Rapat yang dihadiri Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimka), perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, perwakilan Kepala Desa (Kades) se Kecamatan Kalibaru, dan perwakilan PT KAI itu dipimpin langsung oleh Camat Kalibaru, Susanto Wibowo. “Di seluruh desa (Desa Banyuanyar, Kajarharjo, Kalibaru Kulon, Kalibaru Manis, Kalibaru Wetan, dan Kebonrejo) ada kemungkinan banjir bila turun hujan deras,” katanya.(sas/abi) Editor : Agus Baihaqi