Sudah menjadi kebiasaan, para nelayan tidak akan melaut saat padangan atau padang bulan. Selama istirahat, nelayan banyak yang memperbaiki kapal, perahu, dan peralatannya. “Padangan ini sejak Kamis (8/9),” cetus Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Banyuwangi, H Hasan Basri.
Menurut Hasan, saat ini hasil tangkapan nelayan mulai baik, itu sejak digelar petik laut pada Sabtu (13/8). Tapi karena padangan, nelayan tidak ada yang bekerja. “Kalau padangan ikan sembunyi, jadi nelayan libur,” katanya seraya menyebut saat ini ikan hasil tangkapan nelayan paling banyak jenis tongkol dengan ukuran kecil.
Sebelum digelar petik laut, jelas dia, para nelayan yang melaut hanya bisa membawa pulang sekitar 500 kilogram. Tapi setelah ada petik laut, hasil tangkapn nelayan bisa meningkat hingga satu ton. “Ada peningkatan 100 persen,” katanya.
Belum lama nelayan menikmati hasil laut, musim padangan tiba dan harus istirahat. Selama tidak melaut, nelayan memperbaiki perahu dan kapal. “Kami membetulkan jaring dan bersih-bersih kapal,” katanya.
Salah satu nelayan, Fatkurohman, 50, warga Dusun Stoplas, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar menyampaikan padagangan ini akan berlangsung hingga pekan depan. “Setelah padangan, ikan biasanya banyak,” cetus nelayan kapal slerek itu. (sas/abi) Editor : Agus Baihaqi